VIVIA MEDIA — Reza Oktovian, atau yang lebih dikenal sebagai Reza Arap, membagikan kisah emosional di balik layar debut penyutradaraannya dalam film 'Harusnya Horror'.

Reza Arap mengakui bahwa realita menjadi seorang sutradara jauh melampaui ekspektasinya. Baginya, tanggung jawab di balik layar merupakan tantangan yang sangat berat dan tidak semudah yang dibayangkan orang awam.

"Ekspektasi aku sudah pasti ini bakal berat. Maksudnya, jadi sutradara itu kan bukan hal yang mudah ya. Dan realitanya? Ternyata memang benar-benar tidak mudah," Reza Arap saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2026).

| Baca Juga: Raih Award Tertinggi di Festival Film Los Angeles, 'Bandit' Harumkan Nama Indonesia

Menembus Trauma: Penantian 40 Hari untuk Menonton

Salah satu fakta paling menyentuh yang diungkapkan Reza Arap adalah ketidakmampuannya untuk langsung menonton hasil akhir film tersebut. Ia membutuhkan waktu hingga 40 hari untuk memberanikan diri melihat karya utuhnya.

Sebagai informasi, Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari 2026. 'Harusnya Horror' menjadi film terakhir mendiang yang ketika syuting masih berstatus kekasih Reza Arap.

Hal ini disebabkan karena dirinya masih dalam masa berduka (grief period) yang mendalam. Reza sangat mengapresiasi pihak Production House (PH) yang memberinya ruang dan waktu untuk berproses secara emosional.

"Aku ngerasa belum kuat aja sih. Tapi dari pihak PH benar-benar ngasih ruang buat aku grief. Sampai akhirnya aku memutuskan, 'Oke, ini saatnya aku buat nonton'," jelas pria yang juga jadi konten kreator ini.

| Baca Juga: Pemeran 'Avatar: The Last Airbender', Miya Cech Dianiaya Orangtua Angkat

Pria 38 tahun ini mengenang, momen mengarahkan almarhumah Kekasihnya bukan sesuatu yang sulit. Mengingat ini adalah pengalaman akting pertama almarhumah, banyak yang bertanya tentang kesulitan yang dihadapi.

"Enggak ada kesulitan sih, soalnya aku mengarahkan dia pakai hati," selorohnya.

1 2

Tags: