Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Hendra 'Bos Mafia Pentol' sekaligus TikToker asal Surabaya, diduga melakukan penipuan investasi bodong berkedok supplier Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu korban, Atok Illah, mengungkap dirinya mengenal Hendra melalui teman yang menawarkan investasi produk siomay sebagai supplier di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sidoarjo dan Kediri.

Tertarik dengan tawaran tersebut, Atok menyetorkan modal pertama sebesar Rp200 juta pada Januari 2026.

Saat itu, dia dijanjikan keuntungan sebesar 20 persen setiap bulan.

Beberapa waktu kemudian, tepatnya pada Februari 2026, Hendra kembali menawarkan investasi untuk pengadaan lobster sebagai bahan baku pembuatan pentol.

| Baca Juga: Yoo Ah in Diisukan Comeback Lewat 'Vampire' dan Gabung Agensi Baru

Atok kembali menanamkan modal sebesar Rp100 juta dengan iming-iming keuntungan yang sama.

"Awalnya dijanjikan keuntungan cair pada 27 Maret, tetapi terus mundur dengan alasan prosesnya masih bergulir. Saat itu saya masih percaya," ujar Atok dilansir dari Kompas pada Kamis (/2/7/2026).

Menurut Atok, Hendra sempat mengembalikan uang sekitar Rp40 juta pada 8 April 2026.

Tak lama berselang, tepatnya pada 29 April 2026, Hendra kembali menawarkan investasi tambahan sebesar Rp100 juta untuk pengadaan satu ton lobster.

“Akhirnya saya kasih lagi Rp 100 juta, jadi total modal saya kan yang masuk Rp 400 juta semuanya dan di situ saya tegaskan kalau 20 persen keuntungan yang kembali itu dari omzet,” jelas Atok.

Namun, setelah seluruh dana diserahkan, Atok mengaku baru mengetahui bahwa keuntungan yang diberikan hanya berasal dari hasil usaha tanpa adanya pengembalian modal.

| Baca Juga: Agnes Rahajeng Bawa Konsep Dewi Sri Jadi National Costume Miss Supranational 2026

"Setelah uang saya masuk, ternyata yang dibagikan hanya keuntungan hasilnya saja, modalnya tidak kembali. Sampai sekarang Hendra juga sudah tidak ada kabarnya. Rumah produksi di Jalan Gunung Anyar juga sudah pindah," katanya.

Atok mengaku kembali percaya untuk menambah investasi karena diyakinkan oleh temannya. Namun setelah masalah muncul, teman tersebut juga tidak lagi bisa dihubungi.

“Saya sewaktu ke rumahnya itu hanya ketemu sama mertuanya, tapi dibilangnya si Hendra sudah jarang kesitu, gak kooperatif,” ucapnya.

Selain Atok, sedikitnya lima korban lain disebut mengalami kerugian dengan modus serupa. Nilai kerugian masing-masing korban disebut mencapai ratusan juta rupiah.

| Baca Juga: Agnes Rahajeng Bawa Konsep Dewi Sri Jadi National Costume Miss Supranational 2026

Profil Bos Mafia Pentol

Sebelum dugaan kasus itu mencuat, Hendra dikenal sebagai pengusaha kuliner asal Surabaya yang sempat viral berkat inovasi pentol lobster melalui merek Mafia Pentol.

Usaha tersebut dirintis sejak 2020 dengan modal awal sekitar Rp20 juta dari tabungannya saat bekerja sebagai nelayan.

Pada awal berdiri, bisnis itu sempat sepi pembeli dan terdampak pandemi COVID-19.

Hendra kemudian menciptakan produk pentol lobster yang saat itu belum banyak ditemui di pasaran.

Inovasi tersebut viral di media sosial dan membuat Mafia Pentol berkembang pesat hingga memiliki ratusan mitra dan cabang di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, usahanya bangkrut dengan utang mencapai Rp1,2 miliar. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan melunasi utang, dia sempat bekerja sebagai pengemudi ojek online sekaligus menjadi affiliate di TikTok.

Seperti diketahui, Hendra memiliki akun @mafiapentolofficia yang memiliki lebih dari 358 ribu pengikut. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: