VIVIA MEDIA — Hannah Al Rashid kembali ke genre laga yang telah membesarkan namanya. Ia tersebut dipercaya menjadi pemeran utama dalam proyek film horor-action terbaru garapan sutradara Mike Wiluan yang untuk sementara masih menggunakan judul Untitled Mike Wiluan Project.

Film tersebut diperkenalkan bersamaan dengan perayaan 10 tahun CATCHPLAY+ beroperasi di Indonesia, Kamis (2/7/2026). Proyek ini diproduksi melalui kolaborasi CATCHPLAY+ dan Infinite Studios dengan menghadirkan perpaduan aksi, horor, serta misteri dalam satu cerita.

Bagi Hannah, keterlibatannya dalam film ini bukanlah kerja sama pertama dengan Mike Wiluan. Sebelumnya mereka pernah terlibat dalam sejumlah proyek, termasuk The Night Comes for Us, Halfworlds, dan Buffalo Boys. Hubungan profesional yang telah terjalin membuat Hannah langsung menerima tawaran tersebut ketika diajak kembali bekerja sama.

"Aku memang di-approach sama Mike. Kami sudah beberapa kali kerja sama. Dia mencari karakter perempuan yang bisa memainkan adegan action yang cukup hardcore. Mungkin dia sudah punya kepercayaan, jadi ketika ditawari aku langsung tertarik karena memang sudah lama tidak bermain film action," ujar Hannah.

| Baca Juga: Yoo Ah in Diisukan Comeback Lewat 'Vampire' dan Gabung Agensi Baru

Ia mengaku sudah merindukan tantangan yang datang dari adegan-adegan fisik. Menurutnya, genre laga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan karakter lain yang pernah diperankannya.

Hannah juga menilai proyek terbaru Mike Wiluan menawarkan konsep yang berbeda. Perpaduan horor dengan aksi dinilai mampu menghadirkan pengalaman baru bagi penonton Indonesia yang selama ini menyukai film dengan nuansa menegangkan.

"Menurutku film ini benar-benar dark dan twisted. Penonton Indonesia banyak yang suka horor, suka gore, tapi juga menikmati action. Jadi kombinasi dua genre ini menurutku menarik," katanya.

Selain Hannah, film tersebut turut dibintangi Alexandra Gottardo, Dwi Sasono, dan Samo Rafael. Seluruh pemain disebut menjalani persiapan intensif agar mampu memenuhi kebutuhan cerita yang menuntut kemampuan akting sekaligus aksi.

| Baca Juga: One Piece Heroines Segera Tayang, Nami Jadi Pemeran Utama

Meski nantinya masuk dalam ekosistem layanan streaming CATCHPLAY+, Hannah menegaskan proses produksi tetap dilakukan dengan standar tinggi sebagaimana film layar lebar pada umumnya. Ia menilai tidak ada perbedaan kualitas hanya karena platform distribusinya berbeda.

"Soal distribusinya nanti pihak CATCHPLAY+ yang bisa menjelaskan. Tapi dari sisi produksi, semuanya dikerjakan dengan standar tinggi. Mau ditonton di bioskop ataupun lewat ponsel, kami tetap memberikan usaha yang sama. Skripnya juga cukup menantang sehingga semua pemain harus bekerja keras," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, CEO CATCHPLAY Group, Daphne Yang, mengatakan perayaan satu dekade di Indonesia menjadi momentum untuk memperluas layanan perusahaan. Selama 10 tahun terakhir, CATCHPLAY+ berkembang dari penyedia layanan streaming menjadi platform hiburan yang menghadirkan beragam jenis konten bagi masyarakat.

| Baca Juga: Jajaran Pemain Film ‘5 cm: Revolusi Hati’ Bocor di Letterboxd

Menurut Daphne, pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan para mitra serta pelanggan yang telah menemani perjalanan perusahaan sejak hadir di Indonesia pada 2016. Ke depan, CATCHPLAY+ berkomitmen memperluas akses hiburan melalui berbagai kolaborasi dan inovasi teknologi.

"Kami sedang mengembangkan drama vertikal dengan proses produksi yang lebih dinamis. Kualitas cerita dan produksinya tetap kami jaga agar memberikan pengalaman menonton yang berbeda dibandingkan micro drama pada umumnya," ujar Daphne. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: