Fokus Belajar Budaya, Sandy Tumiwa Dipercaya Jadi Stafus Kesultanan Cirebon
VIVIA MEDIA — Apa kabar aktor Sandy Tumiwa? Mantan suami artis Tessa Kaunang kini lebih banyak menghabiskan waktu di luar aktivitas sebagai artis. Sandy mendalami sejarah maupun kebudayaan hingga dipercaya mengemban amanah sebagai staf khusus di lingkungan Kesultanan Cirebon.
Tugas baru itu membuat kesibukannya di dunia entertainment jadi berbeda. Diakui Sandy, ketertarikan terhadap kebudayaan daerah itu muncul setelah dirinya berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia.
Ia banyak mendapat kesempatan untuk mempelajari sejarah dan nilai-nilai budaya yang ada di Tanah Air.
"Panjang ceritanya, sepanjang fokus di dunia artis, saya juga fokus namanya apa, budaya ya. Saya kan keliling Jawa, keliling Sumatera, keliling gitu, jadi intinya saya mendalami semua tentang sejarah historis," kata Sandy Tumiwa.
| Baca Juga: Mundur dari Program Doktoral UI, Sabrina Chairunnisa Ungkap Alasannya
Pengetahuan budaya dan sejarah yang dipelajari Sandy itu menarik perhatian salah satu raja di wilayah Nusantara ini, yaitu Sultan Sepuh Cirebon. "Saya dipilih untuk menjadi salah satu staf khususnya beliau," katanya.
Setelah memutuskan masuk Islam dan menjadi mualaf, Sandy banyak melakukan perjalanan sekaligus mempelajari sejarah masuknya Islam ke Nusantara. Ia menemui berbagai tokoh agama dan sesepuh di sejumlah daerah.
"Saya juga bertemu dengan para kiai-kiai, ulama, terus saya bertemu dengan para ustaz, dan belajar di sana. Jadi mendalami karena saya mualaf. Gitu, jadi saya mendalami sampai dengan ke sesepuh-sesepuh, terus juga ke tempat-tempat bersejarah. Disesuaikanlah waktunya gitu," ujarnya.
Proses itulah yang kemudian membuat Sandy dipercaya untuk mengisi salah satu posisi sebagai staf khusus di lingkungan Kesultanan Cirebon.
| Baca Juga: Anak Nia Ramadhani Tak Malu Jualan Minuman di Amerika Serikat
"Sekarang kebetulan saya kan lagi, diangkat menjadi staf khusus Kesultanan Cirebon, Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Kuda Putih, yang ahli waris ya, dari Sunan Gunung Jati dan Pangeran Cakrabuana," tuturnya.
Sandy memandang bahwa budaya tidak hanya berkaitan dengan tradisi atau seni, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi
"Ternyata kan juga budaya itu bukan cuma sekadar pakaian, tarian, tapi kan juga sebuah ekosistem yang ada di sana itu kan menjadi sebuah culture. Sehingga akhirnya bisa mendatangkan perekonomian untuk daerahnya gitu loh," tutupnya. (*)







