VIVIA MEDIA — Agenda pulang kampung Pangeran Harry berujung pilu. Baru mendarat di Inggris, ia harus menghadapi kenyataan bahwa gugatan pelanggaran privasi yang diajukannya bersama sejumlah penggugat lain ditolak. Ia pun terancam harus membayar biaya hukum fantastis.

Dilansir Vivia Media dari Page Six, hakim Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan untuk menolak kasus sang pangeran melawan Associated Newspaper Limited (ANL) tepat di hari ia tiba di kampung halamannya, Selasa (7/7/2026).

Putusan itu sekaligus mengakhiri pertarungan bertahun-tahun antara Pangeran Harry dkk dengan Daily Mail dkk.

Kekalahan tersebut membuat adik Pangeran William itu dan kelompoknya terancam harus membayar biaya hukum yang fantastis, yaitu sekitar 40 juta hingga 50 juta pound sterling (sekitar Rp800 miliar hingga Rp1 triliun).

| Baca Juga: Batal Boyong Anak dan Istri ke Inggris, Pangeran Harry Juga Tak Dapat Fasilitas Menginap Istana

Pihak ANL disebut akan menuntut pengembalian biaya hukum tersebut.

“Kami akan segera mengambil langkah hukum untuk menuntut pengembalian seluruh biaya perkara secara penuh dari pihak penggugat,” ungkap ANL dalam pernyataan resminya.

Pihak sang pangeran lewat pernyataan resmi mengaku kecewa dengan hasil putusan pengadilan. Padahal gugatan diajukan bukan hanya demi kepentingan pribadi, tapi juga untuk menegakkan kebenaran dan integritas publik.

Mereka juga menyatakan bahwa ditolaknya gugatan sama artinya dengan melanggengkan taktik kotor tabloid dalam mendapatkan informasi.

| Baca Juga: Jennifer Coppen Dirujak Netizen Gegara Nail Art: Emang Nggak Salat?

Kasus Pangeran Harry vs ANL

Sebelumnya pada 2022, Pangeran Harry bersama Elizabeth Hurley, Elton John, Sadie Frost dan sejumlah orang lainnya menuduh ANL menggunakan alat penyadap dan menyewa detektif swasta untuk mendapatkan informasi mereka secara ilegal dari tahun 1990-2011.

Pangeran berusia 41 tahun itu sendiri mengeklaim ANL sengaja mengincar dirinya dan lingkungan terdekatnya dengan menyadap telepon rumah, pesan suara, informasi penerbangan, dan tagihan telepon.

1 2

Tags: