'Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang' Jadi Film Horor Misteri yang Ramah Anak
VIVIA MEDIA — Rumah produksi M8 Pictures baru saja meluncurkan film Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang. Film tersebut menawarkan pendekatan berbeda dengan memadukan unsur horor, fantasi, komedi, dan petualangan dalam satu cerita yang ditujukan bagi penonton anak dan keluarga.
Menurut Executive Producer Ko Amirullah menyatakan, banyak anak menyukai kisah misteri, tetapi pilihan tontonan yang sesuai dengan usia mereka masih sangat terbatas.
Hal itulah yang melatarbelakangi pembuatan Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang
“Banyak anak-anak yang hobi menonton film horor, tetapi tidak ada horor anak-anak yang bukan menghadirkan kuntilanak, genderuwo, dan sejenisnya. Kami membuat film ini dengan pendekatan hantu yang modern,” kata Ko Amirullah di Setiabudi XXI, Jakarta pada Kamis (9/7/2026).
| Baca Juga: Anak Tetap Prioritas, Begini Cara Baim Wong Atur Waktu di Tengah Kesibukan Film
Gagasan tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah proyek yang digarap selama sekitar dua tahun. Dalam kurun waktu itu, cerita maupun penyajian visual beberapa kali mengalami penyempurnaan agar unsur horor dan fantasi dapat berjalan seimbang tanpa menghilangkan sudut pandang anak-anak.
Supervisor Produksi Aditya Gumay mengatakan proses yang cukup panjang dimanfaatkan untuk mematangkan konsep cerita.
“Revisi film ini tertunda sudah dua tahun. Waktu dua tahun itu kami gunakan untuk memastikan elemen fantasi dan horornya benar-benar menyatu dengan pas bagi penonton muda,” ujar Aditya Gumay.
Ide dasar film berasal dari Ko Amirullah, kemudian dikembangkan menjadi skenario oleh Ariel Fauzan dan Heru Kurniawan. Proses penyutradaraan dipercayakan kepada Agus Hendra Jaya, dengan Amir Gumay sebagai sutradara teknis serta Aditya Gumay sebagai supervisor produksi.
| Baca Juga: Fans Beruntung, Amora Lemos Anak Krisdayanti Bangga Isi OST ‘Moana’ Versi Indonesia
Petualangan Empat Sahabat Menembus Dunia Gaib
Cerita Ghost Buzzer berpusat pada empat anak berusia 12 tahun, yakni Nizam, Vindy, Udin, dan Raka, yang memiliki ketertarikan terhadap berbagai fenomena supranatural. Rasa penasaran mereka membawa keempat sahabat itu memasuki sebuah basement yang diyakini menyimpan banyak misteri.
Berbekal alat pendeteksi makhluk gaib ciptaan Raka dan kemampuan indigo yang dimiliki Vindy, mereka bertemu dengan arwah seorang anak perempuan bernama Maria. Pertemuan itu menjadi awal dari sebuah perjalanan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Maria meminta bantuan agar dapat diantarkan pulang sehingga jiwanya memperoleh ketenangan. Dalam perjalanan tersebut, mereka juga bertemu dengan arwah lain bernama Ani yang membutuhkan pertolongan.
Sejak saat itu, misi sederhana yang mereka jalani berubah menjadi petualangan yang dipenuhi teka-teki, gangguan makhluk gaib, dan berbagai peristiwa tak terduga yang menguji keberanian serta kekompakan mereka.
Keempat tokoh utama diperankan oleh anak-anak dari Sanggar Ananda. Claudio Alexandre memerankan Raka, Nevan Atallah sebagai Nizam, Chacha Hits sebagai Vindy, Rafael Fernando sebagai Udin, Arzalea Lanasya sebagai Maria, serta Almira Giena sebagai Ani.
Claudio Alexandre mengatakan karakter Raka menjadi sosok yang memulai petualangan tersebut melalui alat pendeteksi makhluk gaib yang diciptakannya.
“Film Ghost Buzzer menceritakan tentang empat sekawan yang gemar mencari hantu. Aku sebagai Raka membuat alat untuk mendeteksi hantu, kemudian dibantu Vindy yang mempunyai kemampuan melihat hantu,” ungkap Claudio.
Horor yang Lebih Mengedepankan Petualangan
Alih-alih mengandalkan efek kejut seperti kebanyakan film horor, Ghost Buzzer memilih menempatkan misteri sebagai bagian dari petualangan para tokohnya. Unsur komedi dan fantasi menjadi penyeimbang sehingga cerita tetap dapat dinikmati anak-anak tanpa kehilangan nuansa horor.
Ko Amirullah mengatakan sejak awal film ini memang dirancang sebagai horor yang ramah bagi penonton muda.
| Baca Juga: Fairuz A Rafiq - Sonny Septian Pilih Batasi Karier Anak di Dunia Hiburan, Fokus Pendidikan dan Mengaji
“Ghost Buzzer tidak mengandalkan adegan jumpscare yang berlebihan. Film ini lebih menonjolkan unsur petualangan, fantasi, dan misteri yang seru sehingga aman ditonton anak-anak dan tetap menarik untuk seluruh anggota keluarga.”
Menurutnya, humor juga menjadi bagian penting dalam membangun suasana film.
Ketua Umum LPAI, Seto Mulyadi, menilai pendekatan yang digunakan film ini berbeda dibandingkan film horor pada umumnya.
“Salut dan terima kasih kepada M8 Pictures yang memperkenalkan genre berbeda dan membuat anak-anak tidak takut dengan hantu atau setan. Dunia gaib sepatutnya dikenalkan sejak dini agar tidak terkesan menakut-nakuti. Yang terpenting, anak-anak tidak takut kepada hantu, tetapi takut kepada Allah SWT,” ujar pria yang akrab disapa Kak Seto itu.
| Baca Juga: Studi: Mengasuh Anak Ternyata Ampuh Untuk Kesehatan Otak Ayah
Menurutnya, film tersebut tidak hanya menyuguhkan cerita petualangan, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai keberanian, kepedulian, dan kebersamaan melalui sudut pandang anak-anak.
Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang dijadwalkan akan tayang di jaringan bioskop XXI mulai 16 Juli 2026, bertepatan dengan momentum menjelang Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. Film tersebut juga sudah mengantongi Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF) pada 25 Juni 2026 dengan klasifikasi Semua Umur (SU). (*)







