VIVIA MEDIA — Masayu Anastasia mendapatkan pengalaman berbeda saat mempersiapkan perannya dalam film 'Autopsy Dead Body Can Talk'. Demi memerankan sosok dokter forensik, ia tidak hanya mempelajari karakter dari naskah, tetapi juga mencoba memahami langsung bagaimana pekerjaan seorang ahli forensik menangani sebuah kasus.

Dalam film arahan sutradara Ozan Ruz tersebut, Masayu memerankan karakter Hastry yang terinspirasi dari sosok dr. Sumy Hastry Purwanti. Karakter tersebut merupakan seorang anggota kepolisian yang juga menjalani profesi sebagai dokter forensik.

Pendalaman karakter itu membuat Masayu melihat dunia forensik dari sudut pandang yang berbeda. Ia menyadari bahwa pekerjaan dokter forensik memiliki tanggung jawab besar karena harus menemukan fakta dari seseorang yang sudah tidak bisa lagi memberikan keterangan.

Menurut Masayu, dokter forensik memiliki peran penting dalam membantu mengungkap penyebab kematian melalui berbagai pemeriksaan dan bukti yang ditemukan.

| Baca Juga: Aisyah Aqilah dan Assila Corina Bongkar Momen Syuting Tersulit 'Sajen Satu Suro'

"Pekerjaan dokter forensik adalah yang sangat mulia ya menurut saya," tutur Masayu Anastasia saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).

"Karena biasanya kan dokter-dokter biasa kita masih bisa tanya, 'apa keluhannya?' Kalau ini kan enggak bisa. Jadi kita benar-benar harus sedetail mungkin mencari penyebab kematiannya," ujarnya.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih nyata, Masayu melakukan observasi langsung bersama dr. Sumy Hastry Purwanti. Ia bahkan meminta kesempatan untuk melihat proses autopsi secara langsung.

"Ya aku memang sampai melakukan observasi. Aku minta ke Ibu Sumy Hastry ikut autopsi," kata Masayu.

| Baca Juga: Satu Tahun Riset Alat hingga Pantau 28 Kamera, Ini Perjuangan di Balik Film '402 Rumah Sakit Angker Korea'

Pengalaman tersebut membuat rasa ingin tahunya terhadap dunia forensik semakin besar. Masayu mengaku tidak merasa takut ketika berada di lingkungan ruang autopsi. Justru, ia merasa banyak mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara kerja dokter forensik.

"Aku jadi kayak pengin berada di ruang forensik terus sih setelah mengetahui tindakan autopsi," ucapnya.

Masayu mengatakan, selama menjalani proses produksi film, dirinya banyak mendapat pelajaran mengenai bagaimana sebuah jenazah dapat menyimpan informasi penting terkait sebuah kejadian.

"Banyak hal yang aku pelajari. Kita jadi tahu bahwa setiap jenazah menyimpan petunjuk penting. Kadang ada kasus yang tampak seperti kecelakaan, ternyata ada fakta lain di baliknya. Hal-hal seperti itu membuka wawasan banget," tambahnya..

| Baca Juga: Konflik Marsha Aruan dengan Chicco Jerikho di 'Terlanjur Mencintaimu' Siap Kuras Emosi Penonton

Salah satu hal yang membuat Masayu tertarik adalah bagaimana proses autopsi dapat membantu mengungkap fakta yang sebelumnya tidak terlihat.

Ia mencontohkan, sebuah kejadian yang terlihat sebagai kecelakaan belum tentu memiliki penyebab seperti yang tampak di awal.

"Kadang-kadang kita enggak pernah tahu ya, korban kecelakaan ditabrak kereta misalnya, apakah benar meninggal karena tertabrak atau sudah meninggal dulu lalu dibuat seolah-olah tertabrak," tuturnya.

"Hal-hal seperti itu banyak banget yang aku pelajari," kata Masayu.

Selama syuting berlangsung, Masayu juga mendapat pendampingan langsung dari dokter forensik yang menjadi inspirasi karakter tersebut. Hal itu membantunya memahami detail pekerjaan, termasuk cara menggunakan peralatan dan bagaimana seorang dokter forensik menjalankan tugasnya.

| Baca Juga: Yoo Ah in Diisukan Comeback Lewat 'Vampire' dan Gabung Agensi Baru

"Aku juga karena membawa nama ibu Sumy Hastry aku juga nggak mau sembarangan. Ya dari cara memegang pisau, terus alat-alat yang digunakan, itu aku bener-bener tanya sama," ujar Masayu Anastasia.

Ketertarikan Masayu terhadap dunia forensik bahkan membuatnya meminta izin untuk mengikuti aktivitas di ruang autopsi. Ia menceritakan bagaimana dirinya ingin melihat langsung proses kerja para ahli.

"Aku sampai bilang, 'Aku pengen ikut dong ke ruang autopsi.' Terus beliau bilang aku ini murid yang cepat lulus tanpa sekolah," kenangnya sambil tertawa.

Selain memberikan pengalaman baru dalam dunia akting, peran tersebut juga membawa perubahan bagi Masayu secara pribadi. Setelah melihat langsung proses pemeriksaan forensik, ia mengaku menjadi lebih banyak merenung.

| Baca Juga: 'Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang' Jadi Film Horor Misteri yang Ramah Anak

"Perubahan diri aku? Jujur aku jadi lebih banyak diam sih setelahnya," ungkapnya.

Film 'Autopsy Dead Body Can Talk' mengusung genre forensic psychological thriller dan mengambil inspirasi dari kisah nyata perjalanan dr. Sumy Hastry Purwanti. Film ini mencoba menghadirkan cerita mengenai proses pencarian fakta melalui ilmu forensik.

Melalui film tersebut, Masayu berharap masyarakat dapat lebih mengenal profesi dokter forensik yang selama ini bekerja di balik layar dalam membantu proses penyelidikan.

'Autopsy Dead Body Can Talk' dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Selain Masayu Anastasia, film ini juga dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Samuel Rizal, Riyuka Bunga, dan Nagra Pakusadewo. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: