Anthony Xie Sempat Cedera Saat Latihan Adegan Laga di Serial 'Sleeping with The Enemy'
VIVIA MEDIA — WeTV Indonesia resmi mengumumkan kolaborasi terbaru dengan Hitmaker Studios dalam memproduksi serial orisinal berjudul Sleeping with The Enemy. Proyek ini menandai pertemuan perdana aktor Anthony Xie dan aktris Cinta Laura dalam satu layar sebagai pemeran utama.
Dalam acara Cast Reveal yang digelar di kantor Hitmaker Studios, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026), serial ini diperkenalkan sebagai drama bergenre mystery-thriller.
Mengangkat sisi gelap kehidupan kaum elit Jakarta yang penuh rahasia dan intrik, sutradara Rizal Mantovani menjanjikan sebuah sajian visual dan cerita yang segar bagi penonton Indonesia.
Anthony Xie yang memerankan karakter bernama Revan, mengungkapkan antusiasmenya terhadap skenario serial ini. Berbeda dengan peran-peran sebelumnya yang kerap mencitrakan dirinya sebagai sosok antagonis atau suami yang berselingkuh, kali ini Anthony harus memerankan sosok yang tertindas.
| Baca Juga: Cinta Laura dan Randy Martin Ungkap Rasa Nervous Saat Adegan Intim di Serial 'Sleeping With The Enemy'
"Setiap skenario itu pasti ada bumbu yang beda. Di series sebelumnya mungkin aku jahat, jadi suami yang selingkuh dan menindas istri, tapi di sini beda banget," jelas Anthony Xie.
"Saya adalah pihak yang tersakiti, baik secara batin, hati, maupun fisik. Revan ini adalah karakter yang kasihan hidupnya, sangat relevan dengan realita sekarang," ujar Anthony Xie.
Intensitas Aksi dan Cedera Fisik Tanpa Stuntman
Serial ini tidak hanya mengedayakan kekuatan drama, tetapi juga dibalut dengan adegan aksi laga yang intens.
Anthony menceritakan bahwa dirinya harus menjalani workshop fighting yang sangat padat. Meski hanya berlangsung selama tiga hari, pelatihan dilakukan secara full day untuk memastikan setiap gerakan terkoreografi dengan sempurna.
| Baca Juga: Kata Claresta Taufan Soal Peran Sentralnya di Seri 'Bunga di Tepi Jurang'
Keseriusan tersebut membuahkan konsekuensi fisik bagi Anthony. Ia mengaku mengalami cedera pada bagian tulang belikat dan leher akibat adegan perkelahian ekstrem dengan Cinta Laura.
Menariknya, adegan-adegan berbahaya tersebut dilakukan sendiri oleh kedua aktor tanpa bantuan pemeran pengganti (stuntman).
"Workshop-nya lumayan intens. Saya sempat mengalami cedera belikat karena.terkena hantaman. Sebenarnya itu luka lama yang kena lagi. Ada adegan banting, Cinta berdiri di atas saya, lalu duduk, dan ada teknik locking (kuncian). Itu cukup ekstrem, bahkan sampai leher saya terkilir karena adegan berguling-guling," ungkap Anthony.
Suami Audi Marissa ini juga memuji stamina dan totalitas Cinta Laura yang seolah tidak memiliki rasa lelah.
| Baca Juga: Serial 'Wajah Cinta Yang Lain', Dinda Kirana Hidupkan Kisah Perempuan dari Korban Hingga Bangkit
"Cinta hebat banget, tenaganya luar biasa. Dia nggak gampang capek, malah sering bilang 'Ayo Anthony, lagi!'. Padahal saya sudah merasa ini cukup ekstrem sampai akhirnya saya harus ke fisioterapi setelah syuting," tambahnya.
Persinggungan Karakter dan Balas Dendam
Karakter Revan yang dimainkan Anthony tidak hanya berurusan dengan Cinta Laura, tetapi juga terlibat konflik dengan karakter yang diperankan oleh Randy Martin.
Persinggungan ketiga karakter ini dipicu oleh perebutan pengaruh dan keterkaitan mereka dengan sosok Cinta Laura yang digambarkan sebagai figur yang sangat bisa diandalkan.
"Aksinya bukan cuma dengan Randy, tapi melibatkan beberapa pemain lain. Ada unsur revenge (balas dendam) di sini yang membuat koreografinya berbeda dari series lain. Saya banyak mendapat masukan dari Om Max (Produser), baik dari segi cerita maupun detail fighting-nya," jelas Anthony.
| Baca Juga: Saksikan Film Terakhir Gary Iskak, Richa Novisha Masih Teringat Momen Kepergian Sang Suami
Chemistry Romantis dan Kedewasaan Akting
Selain aksi, aspek romansa dalam Sleeping with The Enemy menjadi tantangan tersendiri bagi Anthony. Ia dituntut membangun chemistry yang lebih dalam dan penuh kasih sayang (affection), berbeda dengan peran-peran toksik yang ia mainkan sebelumnya.
Anthony sempat mengaku merasa minder di awal proses produksi karena harus beradu peran dengan Cinta Laura yang ia nilai sangat dewasa dan profesional.
"Jujur, saya sempat merasa malu atau minder di awal. Biasanya lawan main saya usianya lebih muda, sekitar 20-an. Sedangkan Cinta ini lebih mature (dewasa). Dia bisa mengimbangi dan memberikan feedback yang luar biasa, jadi rasanya beda banget," tuturnya.
Executive Producer & Country Head WeTV Indonesia Febriamy Hutapea menyatakan optimisme tingginya terhadap proyek ini. Ia menyebut Sleeping with The Enemy sebagai salah satu judul unggulan yang dikerjakan dengan standar kualitas tinggi bersama Hitmaker Studios.
"Kami sangat excited dengan proyek ini. Sebuah drama mystery-thriller dengan tema yang edgy. Kami meminta dukungan dari semua pihak agar proses syuting berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh penonton," tutupnya. (*)







