Jangan Terkecoh Harga Miring, Dokter Tompi Peringatkan Bahaya Klinik Kecantikan Murah
VIVIA MEDIA — Dokter Tompi memperingatkan masyarakat soal maraknya klinik kecantikan murah dan dokter estetika palsu. Memilih tempat dan orang profesional menjadi hal penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dia menjelaskan, saat ini masyarakat cenderung tergoda dengan operasi plastik di luar negeri yang diklaim lebih terjangkau dan hasilnya lebih baik daripada di Indonesia. Padahal menurutnya, hal tersebut tidak selalu benar.
“Sebenarnya gini, semua itu tergantung lu ke mana (klinik atau rumah sakit), bukan negaranya. Misalnya gini, kalau lu ke Vietnam yang kelasnya A, ya tetap aja mahal,” jelasnya, dilansir dari podcast YouTube C8Podcast, Kamis (16/7/2026).
| Baca Juga: Givri Taj KDI 6 Blak-blakan Cerita Jalani Oplas dan Sedot Lemak di Vietnam
Dokter yang juga masih aktif di dunia musik itu menjelaskan, klinik murah umumnya menggunakan jasa non-profesional.
“Jadi biasanya mereka pakai jasa fake doctor. Dia ini bukan ahli bedah plastik, tapi dia ngerjain bedah plastik. Mereka belajar, tapi mereka belajarnya nggak ke arah sana dulunya,” ungkapnya.
Beruntung, praktik tersebut dilarang dilakukan di Indonesia. Dokter Tompi menjelaskan, regulasi di Indonesia tidak demikian. Dokter umum tidak bisa mengerjakan prosedur bedah plastik.
“Nah, yang tidak boleh itu, kalau secara legal, kalau lu dokter umum terus tiba-tiba ngerjain facelift atau bedah payudara, nah itu nggak boleh,” ucapnya.
Ia pun memperingatkan masyarakat mengenai maraknya praktik bedah plastik yang dilakukan oleh dokter umum. Biasanya, mereka berpraktik di tempat yang belum memiliki izin.
“Jadi ini buat masyarakat, tolong berhati-hati karena ini pertanggungjawabannya besar. Yang namanya operasi kan bisa aja ada yang namanya komplikasi atau hasilnya tidak sesuai. Orang yang dokter plastik aja bisa salah ngerjain, apalagi yang bukan,” katanya.
Tidak hanya itu, dokter Tompi juga menekankan pada masyarakat mengenai pentingnya batasan dalam bedah plastik. Mereka harus tahu kapan waktunya untuk berhenti “mempercantik diri”.
“Di bedah plastik itu yang paling mahal adalah tahu kapan untuk berhenti. Apalagi orang dari entertainment ya, ‘Bisa lebih cakep nggak? Bisa lebih cakep nggak?’,” katanya.
1 2







