VIVIA MEDIA — Ketakutan Meghan Markle seolah terwujud. Kunjungan Pangeran Harry ke Inggris berubah menjadi mimpi buruk karena tidak berjalan sesuai rencana.

Dilansir Vivia Media dari People, Rabu (15/7/2026), Meghan merasa dipermalukan atas segala kekacauan agenda pulang kampung sang suami.

Sebagai sebagai informasi, Pangeran Harry menghadapi berbagai kondisi tidak menyenangkan saat mengunjungi Inggris.

Keluarganya tidak mendapat pengawalan khusus, ia tidak mendapat akomodasi dari istana, hingga harus menghadapi kenyataan bahwa kasus dugaan pelanggaran privasi yang diajukannya ditolak pengadilan.

| Baca Juga: 4 Tahun Terpisah, Anak Pangeran Harry dan Meghan Markle Akhirnya Bertemu Raja Charles III

Hal tersebut memunculkan kembali drama lama, termasuk rasa saling tidak percaya, saling tuduh, dan menyalahkan.

Namun sebagai istri, tidak banyak yang bisa Meghan lakukan. Sumber dari Page Six menyebut, wanita berusia 44 tahun itu mendukung setiap langkah yang diambil oleh suaminya. Ia percaya Pangeran Harry tahu jalan apa yang sedang ditempuh.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa ia merasa sedih dengan perlakuan yang didapat oleh Pangeran Harry.

Harapan Pangeran Harry

Di luar kekacauan agenda pulang kampung tersebut, Pangeran Harry bersyukur karena kedua anaknya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, bisa bertemu dengan kakek mereka, Raja Charles III.

| Baca Juga: Nasib Kekasih Sarwendah, Foto Giorgio Antonio Lenyap dari Poster Seri 'Bunga di Tepi Jurang'

Baginya, pertemuan tersebut adalah perwujudan dari harapan lamanya untuk mendekatkan cucu dengan kakek.

“Salah satu hal aneh tentang sistem monarki adalah kita sering lupa kalau mereka juga manusia biasa. Pada dasarnya, mereka hanyalah sebuah keluarga, dan mereka telah melewati badai yang luar biasa. Momen ini (reuni) ingin dilihat oleh semua orang,” ungkap penulis buku kerajaan, Catherine Mayer kepada People.

1 2

Tags: