VIVIA MEDIA — Board game buatan anak bangsa, Dito!, memenangkan penghargaan permainan paling bergengsi, Spiel des Jahres di Berlin, Jerman pada Minggu (12/7/2026).

Penghargaan itu setara dengan Oscar-nya dunia permainan. Spiel des Jahres, atau dalam bahasa Indonesia artinya Permainan Terbaik Tahun Ini, ditujukan untuk game keluarga atau game party yang memiliki peraturan sederhana tapi sangat seru.

Tahun ini, Dito! karya Martin Ang lah pemenangnya. Ia berhasil mengalahkan 570 board game dari seluruh negara.

| Baca Juga: Avip Priatna dan The Resonanz Children’s Choir Wakili Indonesia ke Final European Grand Prix 2027

Kemenangan Dito! mencetak sejarah baru. Sebelumnya, belum ada satu pun board game dari Indonesia bahkan Asia Tenggara yang berhasil masuk nominasi. Namun sekalinya masuk, Martin Ang langsung menang.

Martin Ang sendiri menjadi orang ke dua di Asia yang berhasil memenangkan penghargaan tersebut. Tahun sebelumnya, Hisashi Hayashi asal Jepang yang menang lewat permainan Bom Busters.

Raihan tersebut juga membuktikan bahwa anak bangsa mampu mendobrak dominasi desainer dan publisher game Eropa dan Amerika.

| Baca Juga: Nasib Kekasih Sarwendah, Foto Giorgio Antonio Lenyap dari Poster Seri 'Bunga di Tepi Jurang'

Lewat kemenangannya, Martin Ang ingin membuktikan bahwa pasar bidang permainan juga menarik.

“Board game ini kan segmen pasarnya sangat spesifik, secara bisnis risikonya terlalu besar, kadang sulit juga dijelaskan ke orang tua kalau ada pekerjaan full time di bidang ini, karena banyak yang belum tahu board game itu apa. Sekarang kita sudah bisa bilang, ‘Bisa lho, hidup dari membuat game,’” ucapnya, dilansir dari DW pada Jumat (17/7/2026).

Mengenal Dito!

Permainan tersebut awalnya dirilis dengan nama JinxO dan diterbitkan oleh Tabletoys Games sekitar 2023.

| Baca Juga: Talitha Shahiza, Wanita Asal Gresik Tekuni Profesi Caster E-Sport yang Jarang Digeluti

Ketika publisher membawanya ke Essen SPIEL pada 2024, JinxO menarik perhatian Game Factory, sebuah publisher asal Swedia. Lisensi globalnya pun dibeli, kemudian namanya diubah menjadi Dito!.

Permainan berbasis asosiasi kata itu sendiri dirancang untuk dimainkan oleh 3-8 orang. Konsep utamanya adalah “Kata apa yang cukup masuk akal buat dipikirkan orang lain, tapi tidak terlalu pasaran sampai semua orang menulis?”

Salah seorang juri Spiel des Jahres menyebut, Dito! membuat para pemainnya merasa dekat dengan satu sama lain.

“Bayangkan dalam sebuah permainan, kamu tidak mengenal orang disampingmu pada menit pertama, tapi kamu akhirnya sampai pada momen yang tiba-tiba bikin klop. Saat itu rasanya seperti kamu tidak sendirian di dunia ini,” ujar juri tersebut, Maren Hoffman. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: