VIVIA MEDIA — Penulis cerita horor sekaligus sutradara, JeroPoint, kembali dengan karya terbarunya bertajuk Sihir Tanah Kubur. Berbeda dengan proyek-proyek sebelumnya, kali ini JeroPoint mengangkat tema urban legendaris yang berakar kuat di Banyuwangi, Jawa Timur.

Film Sihir Tanah Kubur mengambil latar waktu tahun 1990-an di sebuah desa di Banyuwangi. Plot utama film ini menyoroti kedahsyatan petaka yang dipicu oleh penggunaan tanah dari makam yang dianggap keramat.

Secara spesifik cerita ini mengangkat legenda 'Makam Wurung' (makam yang dikosongkan) dan mitos 'Kebo Ireng', sebuah narasi spiritual yang diklaim belum pernah diadaptasi ke dalam medium layar lebar sebelumnya.

Kekuatan cerita yang berakar pada budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia ini menjadi daya tarik utama bagi platform aset digital Show Token.

| Baca Juga: Film 'Suanggi: Ilmu Kutukan' Rilis Teaser, Angkat Sosok Horor dari Indonesia Timur

Mereka memutuskan untuk terlibat aktif sebagai executive producer, bersinergi dengan rumah produksi MVP Pictures untuk merealisasikan visi visual JeroPoint.

Legenda "Makam Wurung" dan Kekuatan Spiritual Banyuwangi

Chief Executive Officer Show Token, Akshay Melwani, mengungkapkan alasan di balik dukungan penuh mereka terhadap proyek ini. Menurutnya, Sihir Tanah Kubur memiliki otentisitas spiritual yang sangat kuat.

"Cerita tentang kutukan Makam Wurung dan Kebo Ireng punya daya tarik spiritual yang kuat dan otentik. Kami merasa cerita ini sangat pantas mendapat dukungan penuh untuk hadir di layar lebar," jelas Akshay di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).

'Sihir Tanah Kubur' merupakan proyek film ketiga bagi Show Token, menyusul keberhasilan dua film horor sebelumnya, yakni 'Cerita Lila' dan 'Pemikat Jiwa'. Keberhasilan 'Cerita Lila' yang berhasil menembus angka 1 juta penonton menjadi tolok ukur optimisme bagi kolaborasi berkelanjutan antara Show Token dan MVP Pictures.

| Baca Juga: Perdana Kesurupan, Adzwa Aurell Grogi Nakutin Shareefa Daanish di Film Sihir Tanah Kubur

"Kita akan terus melanjutkan dukungan kita kepada MVP, apalagi untuk film-film horor yang memiliki kedekatan atau sesuatu yang relatable bagi masyarakat Indonesia," jelas Akshay.

"Di Cerita Lila, kita tahu Sara Wijayanto memiliki basis penggemar yang sangat besar. Dan untuk Sihir Tanah Kubur, film ini lebih berfokus pada sisi yang relatable bagi orang Indonesia. Ini tentang budaya, tentang mitos, khususnya bagaimana kita melihat cerita dari Banyuwangi," sambungnya.

Ekspansi Global: Malaysia Jadi Target Utama

Daya tarik Sihir Tanah Kubur diprediksi tidak hanya akan berhenti di pasar domestik. Akshay menegaskan bahwa film ini dirancang untuk memiliki resonansi internasional. Kemampuan distribusi MVP Pictures yang luas di kawasan Asia Tenggara menjadi modal utama dalam membawa film ini ke luar negeri.

"Sangat memungkinkan untuk dibawa ke global. MVP adalah salah satu rumah produksi yang kuat dengan distribusi besar di Asia Tenggara. Sebagai informasi,

| Baca Juga: Drama Korea 'The East Palace' Jadi Ujian Comeback Nam Joo Hyuk Usai Vakum dan Skandal

Cerita Lila juga akan segera dirilis di salah satu negara Asia Tenggara dalam waktu dekat," ungkap Akshay.

Terkait peluang pasar global, Akshay menyebut Malaysia sebagai target utama karena adanya kemiripan budaya dan bahasa dengan Indonesia.

"Negara pertama yang sudah kami lock, adalah Malaysia. Setelah itu, target kami adalah membawa konten Indonesia ke citra global melalui festival-festival film besar," jelasnya.

"Jadi kami menjembatani komunitas kripto, komunitas Gen Z ke bioskop tradisional lagi. Dan saya pikir kita bisa bantu untuk bawa Sihir Tanah Kubur ke global juga," tambah Akhsay.

| Baca Juga: Aisyah Aqilah dan Assila Corina Bongkar Momen Syuting Tersulit 'Sajen Satu Suro'

Tantangan Produksi: Ritual Tiga Malam Demi Sepersekian Detik

Di balik layar, proses penggarapan Sihir Tanah Kubur diakui sutradara JeroPoint penuh dengan tantangan teknis. Dalam tahap pengembangan skenario, JeroPoint bekerja sama dengan penulis Alim Sudio. Ia juga banyak menyerap ilmu dari produser kawakan Raam Punjabi selama proses pascaproduksi untuk memastikan kualitas film tetap terjaga.

Salah satu aspek yang paling menantang adalah pengambilan gambar adegan ritual. JeroPoint mengungkapkan bahwa tim produksi harus menghabiskan waktu tiga malam berturut-turut hanya untuk menghasilkan adegan ritual yang otentik di film.

"Prosesnya sangat teknikal dan menantang, terutama pada bagian yang cukup gore dan adegan ritual. Kami mengerjakan adegan ritual itu selama tiga malam di tengah malam, namun untungnya semua sudah dipersiapkan melalui workshop yang matang," jelas JeroPoint.

Sihir Tanah Kubur diadaptasi dari cerita horor viral di platform X (dahulu Twitter) yang pertama kali diunggah oleh akun @JeroPoint. Cerita ini mengisahkan teror mistis ilmu hitam yang bermula dari pemindahan makam seorang ibu oleh sang adik demi memenuhi sebuah wasiat. Keputusan tersebut justru memicu serangkaian teror mencekam yang melanda seluruh desa.

Film ini didukung oleh sederet aktor dan aktris ternama, di antaranya Kiesha Alvaro, Ariyo Wahab, Adzwa Aurell, Shareefa Daanish, Revaldo, dan Rafi Sanjaya. Sihir Tanah Kubur dijadwalkan akan meneror penonton di bioskop mulai tanggal 23 Juli 2026. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: