Berawal dari Skrip Film, Nadzira Shafa Resmi Rilis Novel 'Ibadah dan Cinta'
"Bukan hanya kisah cinta biasa, tapi ada sisi pandang dakwah yang dikemas secara ringan dan tidak menggurui. Cinta itu adalah sebuah keindahan dalam sebuah ibadah, makanya judulnya menjadi Ibadah dan Cinta," tuturnya.
Pemain film Pengen Hijrah ini juga memasukkan niche pribadinya melalui sudut pandang karakter perempuan utama bernama Santun yang mengisahkan tentang keluarga dan pencarian jati diri menuju Sang Ilahi.
"Saya jadi membayangkan bagaimana jadinya jika seorang perempuan tumbuh di dalam lingkungan keluarga yang sehat (healthy family). Karena ayah saya meninggal saat saya masih kecil. Jadi itu salah satu niche pribadi saya," jelasnya.
Tantangan Visualisasi dan Adegan Favorit
Menulis berdasarkan skrip memberikan tantangan tersendiri bagi Nadzira, terutama dalam menciptakan momen yang berkesan (memorical moment). Ia mengaku sangat terbantu dengan visualisasi karakter Santun dan Rico yang sudah ada di kepalanya.
| Baca Juga: Reuni SD Berujung Dilema, Callista Arum Terjebak Cinta Segitiga di Serial 'A Little White Lie'
Nadzira mengungkapkan adegan favoritnya adalah saat pertemuan pertama Rico dan Santun. Ia mendeskripsikan momen tersebut sebagai getaran perasaan yang kuat meskipun tanpa sentuhan fisik.
"Kayak 'Aku pengen peluk dia, tapi aku tahu ini nggak bisa. Aku harus halal dulu sama dia baru bisa sentuh'. Dan itu tuh bikin deg-degan banget pas aku membayangkannya," tambahnya sembari tersenyum.
Kolaborasi Literasi dan Film untuk Generasi Z
Sebagai penulis dari kalangan Gen-Z, Nadzira memandang kolaborasi antara buku dan film adalah kombinasi yang sempurna untuk memberikan asupan positif bagi masyarakat.
Ia menyadari bahwa minat literasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan, sehingga kehadiran film diharapkan mampu memperkuat pesan yang ada di dalam novel.
| Baca Juga: Bintangi 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali', Davina Karamoy Justru Ogah Putar Balik Waktu







