Ledakan Dahsyat di Medan, Tim SAR Temukan Korban Meninggal
VIVIA MEDIA — Proses pencarian korban ledakan di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, terus berlanjut hingga Selasa (21/7/2026) dini hari. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jasad korban yang sebelumnya tertimbun reruntuhan bangunan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 02.20 WIB di bawah timbunan material bangunan yang roboh akibat ledakan. Korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara, sementara identitasnya masih dalam proses pendataan dan verifikasi.
Hingga Selasa pagi, pencarian terhadap dua korban lain yang diduga masih tertimbun reruntuhan akan kembali dilanjutkan.
Menurut Hery, data sementara menunjukkan masih ada tiga orang yang belum ditemukan. Tim gabungan mengoptimalkan penggunaan peralatan urban search and rescue, termasuk drone thermal dan alat ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian.
| Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Pub di Bangkok, Sedikitnya 27 Orang Tewas, PM Thailand Terjun Langsung
Kronologi Kejadian
Ledakan terjadi pada Senin (20/7/2026) sore, sekitar pukul 15.30 WIB, di sebuah rumah bertingkat tiga bernomor 3B. Dentuman keras itu mengejutkan warga sekitar dan terdengar hingga radius sekitar satu kilometer.
Akibat kuatnya ledakan, bangunan rumah tersebut mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar strukturnya runtuh. Reruntuhan juga menimpa tiga unit mobil yang terparkir di depan rumah, sementara enam hingga tujuh rumah di sekitarnya turut rusak karena berada tepat di depan bangunan yang roboh.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, saat kejadian terdapat tujuh orang berada di lokasi. Empat di antaranya berhasil selamat, yakni seorang anak berusia 2 tahun bernama Jeavelin, seorang pria bernama Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir. Balita tersebut sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain itu, seorang pria pemilik rumah juga berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tiga orang lainnya sempat terjebak dan menjadi fokus pencarian, yakni istri pemilik rumah dan para asisten rumah tangga (ART).

Dari proses evakuasi, dua korban ditemukan tewas tertimbun reruntuhan. Keduanya diketahui merupakan pemilik rumah dan seorang ART. Satu korban lain masih dalam proses pencarian hingga akhirnya ditemukan dini hari tadi.
Selain penghuni rumah, ledakan juga melukai tiga orang yang berada di sekitar lokasi: dua pekerja bangunan dan seorang kurir paket. Salah satu pekerja bangunan, Wewen, yang tengah memasang marmer di rumah tetangga lokasi kejadian, mengaku ledakan sangat besar namun tidak disertai api.
Ia dan rekan-rekannya selamat. Sementara itu, seorang kurir bernama Yuda turut terluka dan dievakuasi ke Rumah Sakit TNI AU.
Diduga Kebocoran Gas
Penyebab pasti ledakan hingga kini masih diselidiki. Namun dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas bawah tanah. Polisi telah melakukan pengecekan menggunakan alat pendeteksi gas dan menemukan indikasi kebocoran di sekitar bangunan yang meledak.
| Baca Juga: Kena Jerat UU TPKS, Taufik Hidayat Diancam Pidana 36 Tahun Penjara
“Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah. Tadi kami sudah masuk menggunakan alat pendeteksi gas dan memang terdeteksi ada gas di lokasi,” ujar Jean Calvijn Simanjuntak.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah kebocoran pipa gas menjadi penyebab utama ledakan.
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, dan Basarnas terus bersiaga di lokasi untuk melanjutkan proses pencarian dan penyelidikan. Personel TNI juga terlihat berjaga di pintu masuk kompleks tak lama setelah ledakan terjadi, sementara garis polisi telah dipasang di sekitar rumah-rumah yang terdampak. (*)







