Debut Main Film, Ini Cerita Fiki Naki Saat Ikut Casting 'Paket Santet'
"Aku harus bicara menghadap ke sebuah titik kosong yang dianggap sebagai Glenn atau Selly. Itu susah banget buat aku sebagai pemain baru," jelasnya.
Pemilik nama asli Muhammad Fiqih Ayatullah, juga menceritakan pengalamannya harus mengulang adegan ketakutan hingga tujuh kali karena sutradara, Bu Dinna Jasanti menganggap intensitas emosinya kurang maksimal.
Fiki dituntut untuk berekspresi semakin takut pada sesuatu yang secara fisik tidak ada di depannya saat syuting.
Suasana Syuting: Kontras Antara Teror dan Canda
Meski 'Paket Santet' menyajikan atmosfer yang mencekam di layar, kondisi di balik layar justru sebaliknya. Fiki mengungkapkan bahwa kehadiran Fatih Unru dan Farandika membuat suasana syuting yang banyak dilakukan di malam hari menjadi sangat cair.
| Baca Juga: Film '402 Rumah Sakit Angker Korea' Debut di Bucheon, Dapat Sambutan Hangat Penonton
"Sejujurnya tidak terasa seram karena Fatih Unru dan Farandika itu orangnya tidak bisa serius sama sekali. Kita baru bisa serius itu pas diteriakkan 'Action!'," kata Fiki.
Kekompakan para pemain ini terbawa hingga ke masa promosi film, di mana mereka sering kali kesulitan menjawab pertanyaan serius karena terlalu asyik bercanda.
Antara Budaya Santet dan Kebiasaan Belanja Online
Mengenai judul film yang unik, Fiki berpendapat bahwa 'Paket Santet' adalah metafora yang sangat cerdas. Film ini menggabungkan unsur klenik tradisional Indonesia dengan gaya hidup modern, yaitu belanja daring.
"Santet itu sangat kental dengan budaya kita, terus kata 'Paket' itu sangat dekat dengan keseharian kita yang sering beli barang online. Gabungan dua hal lumrah ini jadi sesuatu yang mengerikan saat kita menerima paket tanpa tahu siapa pengirimnya dan apa isinya," tutur Fiki mengenai filosofi di balik judul film tersebut.
| Baca Juga: Arya Saloka Gemetar Lakukan Ruqyah, Acha Septriasa Jadi Iblis Mengerikan di 'Munafik: Melawan Iblis'







