Denny Sumargo Main di Film Baby Udon, Angkat Kisah Viral Fanny Kondoh
VIVIA MEDIA — Masih ingat kisah mengharukan Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh, yang sempat viral di media sosial? Perjuangan pasangan tersebut dalam menjalani program bayi tabung (IVF) demi mendapatkan buah hati, kini diangkat ke layar lebar lewat film Baby Udon
Hajime Kondoh (akrab disapa Papa Udon), adalah pria asal Jepang yang merupakan mantan CEO PT Sriboga Marugame Indonesia yang di Indonesia membuka bisnis kuliner makanan siap saji Marugame Udon.
Ia kemudian menikahi istri keduanya, Fanny Kondoh, pada tahun 2017. Kisah cinta mereka sempat viral apalagi saat pasangan ini berusaha memiliki anak di sembilan tahun pernikahan. Hingga akhirnya memilih program bayi tabung.
Saat proses bayi tabung masih berlangsung, kondisi Hajime Kondoh semakin memburuk akibat kanker kandung kemih yang dideritanya. Sehari setelah Fanny menjalani transfer embrio, Hajime masuk rumah sakit dan seminggu kemudian dia mengembuskan napas terakhirnya.
| Baca Juga: 4 Kali Gagal Bayi Tabung, Denny Sumargo Minta Istri Berhenti Berjuang
Hajime Kondoh meninggal dunia pada Oktober 2024 setelah berjuang melawan kanker kandung kemih sejak 2020 lalu.
Kisah yang Viral dan Menyentuh Hati
Kini, Sumargo Films berkolaborasi dengan LYTO Pictures menghadirkan kisah mereka difilm yang akan rilis pada 3 September 2026 mendatang dengan judul ‘Baby Udon’.
Sutradara yang dipercaya untuk proyek film ini, adalah Fajar Bustomi, yang sebelumnya dikenal lewat film-film Dilan, Buya Hamka, Hamka & Siti Raham Vol. 2, Mariposa, My Sassy Girl, dan masih banyak lagi.
Sejak awal mendengar cerita mengenai mendiang Hajime Kondoh dan istrinya, Fanny Kondoh, ia sudah merasakan kekuatan emosional di dalamnya.
| Baca Juga: Kaylee Hottle, Bintang Muda ‘Godzilla vs Kong’ Tewas Akibat Kecelakaan Mobil
"Saat pertama kali membaca kisah Fanny dan Hajime, saya langsung tersentuh. Ini bukan sekadar cerita tentang perjuangan sepasang suami istri untuk memiliki anak, melainkan sebuah manifestasi cinta sejati yang melampaui batas ruang dan waktu," jelas Fajar Bustomi dalam keterangannya.
1 2







