Kirana Larasati-Ashanty, Sejumlah Artis Ini Alami Trauma Berat Akibat Pelecehan
VIVIA MEDIA — Beberapa waktu belakangan ini, sejumlah artis Indonesia mulai terbuka mengenai pengalaman pahit mereka menjadi korban pelecehan. Di antaranya yang bersuara, yakni Ashanty dan Kirana Larasati.
Kirana Larasati pernah mengalami pelecehan saat duduk di bangku kelas 5 SD. Pelaku merupakan siswa SMA yang tidak dikenalnya.
"Lagi berangkat sekolah, pas lagi nyebrang lewat tanggul gitu tiba-tiba ada yang ngedahuluin, anak SMA gitu," kisah aktris berusia 38 tahun itu di program TV 'FYP', Selasa (28/7/2026).
"Terus ya udah, tetap jalan kan. Sampai di atas, pas mau turun ke tangga lagi, si anak SMA ini tiba-tiba balik badan terus tangannya ke dada," sambungnya.
| Baca Juga: Habiskan Ratusan Juta Rupiah, Kirana Larasati Curhat Sakitnya Hapus Tato
Insiden tersebut membuat Kirana dihantui trauma berat selama beberapa tahun, sebelum akhirnya ia berhasil berdamai dengan dirinya sendiri.
Selain Kirana Larasati, Ashanty belum lama ini juga mengisahkan pengalamannya menjadi korban pelecehan ayah sambungnya sendiri.
Istri Anang Hermansyah itu berasal dari keluarga broken home. Orangtuanya bercerai bercerai saat ia kelas 1 SD.
Ashanty tinggal bersama ibunya yang kemudian menikah lagi. Namun sayangnya, ayah sambung yang seharusnya melindungi justru melecehkannya.
| Baca Juga: Tumbuh Membawa Luka, Cerita Ashanty Jadi Korban Pelecehan Ayah Sambung
"Aku juga pernah menjadi korban, dilecehkan oleh ayah sambung aku dulu waktu aku masih kecil," ungkapnya di program TV 'Q&A' yang tayang Minggu (26/7/2026).
Meski tindak pelecehan yang dilakukan oleh si ayah sambung belum 'terlalu jauh', namun kejadian tersebut tetap meninggalkan trauma mendalam untuk Ashanty.
"Kenapa yang keinget dari dia (ayah sambung) hanya bagian sakitnya, itulah yang namanya 'luka' akan kebawa seumur hidup," tulisnya dalam unggahan Instagram story, Sabtu (25/7/2026).
Yang membuat cerita Ashanty dan Kirana Larasati semakin miris adalah respons netizen. Tidak sedikit dari mereka yang mengaku pernah mengalami kejadian yang sama semasa kecil.
| Baca Juga: Selain Inul Daratista, Deretan Artis Ini Juga Mengeluh Honor Belum Dibayar Stasiun TV
Hal tersebut membuktikan bahwa anak-anak rentan kehilangan ruang aman mereka, baik di ruang publik maupun tempat tinggal pribadi.
Bukan hanya anak-anak, sejumlah artis yang telah menginjak usia dewasa pun pernah menjadi korban pelecehan, bahkan dari penggemar mereka sendiri.
Penyanyi Nadin Amizah misalnya, saat tampil di sebuah acara pada 4 Juli 2025 lalu, bagian tubuhnya disentuh oleh orang lain tanpa izin.
"Malam ini terjadi lagi. Tubuh aku yang sangat aku jaga kesentuh orang, dan aku rasanya marah banget ke diri sendiri karena 'kok kejadian lagi ya?'," tulisnya melalui unggahan Instagram story kala itu.
| Baca Juga: Dul Jaelani Tergoda Livy Renata? Tissa Biani Beri Jawaban Tegas
Aktris Amanda Manopo juga pernah disentuh anggota tubuh sensitifnya oleh penggemar saat syuting di kawasan Bogor, Jawa Barat, pada 2025 lalu.
Bukan hanya mereka yang wanita, para pria juga berpotensi mengalami pelecehan seksual.
Anwar BAB pernah dicubit dadanya oleh ibu-ibu. Aksi tidak sopan itu pun langsung membuatnya marah.
"Maafin kalau tadi aku agak marah dan ambil sikap sedikit ya. Ada kerumunan ibu-ibu mau foto, tiba-tiba ada tangan iseng cubit tt aku keras banget, demi Allah sakit banget," ungkapnya di Threads, Kamis (21/5/2026).
| Baca Juga: Ibunda Richelle Skornicki Tegas Tolak Rencana Pernikahan Aliando Syarief
Korban Pelecehan Kesulitan Bicara
Tidak semua korban pelecehan berani menceritakan pengalaman mereka kepada orang lain. Ashanty dan Kirana Larasati bahkan menyembunyikan cerita pelecehan yang mereka alami dari keluarga.
Selain karena malu, mereka juga dihantui kekhawatiran tidak dipercaya orang lain. Sebagian korban, seperti Nadin Amizah, bahkan menyalahkan diri sendiri atas pelecehan yang dialami.
Belum lagi, mereka harus tumbuh dan menyembuhkan luka traumatis yang terus membekas.
Karena itu, penting untuk berada di pihak korban saat mengetahui atau mendengar kasus pelecehan. Namun tindakan tersebut bukan berarti langsung menghakimi terduga pelaku, melainkan untuk memberikan ruang aman terlebih dahulu untuk korban. (*)







