Karina Ranau Ziarah Makam Epy Kusnandar dengan Kebaya Pengantin, Kenang Momen Pernikahan
VIVIA MEDIA — Hari jadi pernikahan yang biasanya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi momen penuh haru bagi Karina Ranau. Pada 27 Juli 2026, ia mengenang anniversary pernikahannya dengan mendiang Epy Kusnandar melalui serangkaian tempat yang menyimpan banyak kenangan bersama sang suami.
Sebelum berziarah, Karina lebih dulu mendatangi warung makan yang pernah ia bangun bersama Epy. Di tempat itu, emosinya tak lagi terbendung hingga ia menangis mengingat kebersamaan mereka semasa hidup.
Usai dari warung tersebut, Karina melanjutkan perjalanan ke makam Epy di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Penampilannya menarik perhatian karena mengenakan kebaya pengantin berwarna putih, pakaian yang dipilihnya sebagai simbol untuk mengenang hari pernikahan mereka.
Ia datang bersama putra mereka, Quentin Stanislavski Kusnandar, yang membawa sebuah kotak berwarna hijau menuju pusara sang ayah.
| Baca Juga: Nyekar ke Makam Temon, Tangis Abdel Achrian Pecah
Makam Epy tampak dipenuhi bunga segar dan taburan bunga yang disusun membentuk hati. Di depan pusara itu, Karina memanjatkan doa sekaligus menyampaikan kerinduannya kepada pria yang telah menemaninya selama puluhan tahun.
Melalui unggahan di Instagram, Karina mengaku hingga kini masih sulit menerima kepergian Epy yang meninggal dunia pada 3 Desember 2025 setelah menjalani perawatan akibat penyakit yang dideritanya.
"Asalamualaikum Papi. Apa kabar di sana? Baik baik saja? Bahagiakah di sana pih? Tak terasa sudah hampir 8 Bulan lamanya Papi pergi ninggalin kami semua...," tulis Karina.
Karina mengatakan rumah terasa jauh berbeda sejak kepergian Epy. Sosok yang selama ini mengisi hari-harinya dengan canda, tawa, hingga perdebatan kecil kini hanya tinggal kenangan.
| Baca Juga: Jelang Tayang, Para Pemain 'Lastri: Arwah Kembang Desa' Ziarah Makam Gary Iskak
"Hati ini rasanya hancur berkeping keping, hampa, sunyi, tak ada lagi suara mu, canda tawamu, tak ada lagi kehangatan, perdebatan, bahagia, marah, berantem. Bunda rindu sekali suasana itu pih," lanjutnya.
Karina mengenang lebih dari dua dekade perjalanan hidup bersama Epy. Meski kini hanya bisa mendoakan dari kejauhan, ia memilih tetap memperingati hari jadi pernikahan mereka sebagai bentuk cinta yang tak berhenti meski dipisahkan oleh kematian. (*)







