Konser Musik Orkestra di Tengah Hutan, Musisi Lintas Generasi Siap Tampil bareng Erwin Gutawa
VIVIA MEDIA — Bandung kembali menjadi tuan rumah salah satu pergelaran musik paling dinanti tahun ini. Tring! by Pegadaian Forestra 2026 dipastikan berlangsung pada 29 Agustus 2026 di kawasan Orchid Forest Cikole, Lembang, Bandung, Jawa Barat, menghadirkan perpaduan musik, alam, dan seni dalam satu pengalaman konser yang berbeda.
Tak sekadar menghadirkan pertunjukan musik, Forestra 2026 kembali mengusung konsep konser orkestra di tengah hutan yang menjadi ciri khasnya sejak pertama kali digelar. Tahun ini, sejumlah musisi lintas genre akan tampil membawakan lagu-lagu terbaik mereka dalam balutan aransemen orkestra yang dipimpin langsung oleh Erwin Gutawa.
Deretan musisi yang dipastikan tampil antara lain Hindia, /rif, Feast, Mahalini, Iwa K, Naykilla, Senyawa, Sukses Lancar Rejeki, hingga Aldy Amis.
CEO ABM sekaligus Orchid Forest Cikole, Barry Akbar, menegaskan bahwa Forestra bukan hanya konser musik biasa. Sejak awal penyelenggaraannya, acara ini konsisten membawa misi pelestarian lingkungan melalui kolaborasi antara industri kreatif dan alam.
| Baca Juga: Tolak Daftarkan Karya Musik, Kenapa BTS Boikot Grammy Awards 2027?
Menurut Barry, Forestra selalu berpegang pada tiga nilai utama, yakni alam, manusia, dan musik.
"Kami selalu mengangkat tiga isu, yaitu alam, manusia, dan musik. Saya selalu sampaikan ada kolaborasi terbaik antara taman wisata dan pelestarian alam. Forestra sudah menjawab hubungan baik dengan alam dan memberi ruang bagi musisi lewat karya-karyanya," ujar Barry di kawasan SCBD, Jakarta (31/7/2026).
Konsep tersebut menjadikan Forestra sebagai salah satu konser yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak penonton menikmati musik sambil merasakan kedekatan dengan alam.
Sebagai Music Director, Erwin Gutawa kembali dipercaya menyusun aransemen orkestra untuk seluruh penampil. Ia mengungkapkan antusiasmenya bisa kembali bekerja sama dengan musisi dari berbagai generasi dan genre musik.
| Baca Juga: Addie MS Siapkan Pertunjukan Spesial untuk Konser 35 Tahun Twilite Orchestra
Menurut Erwin, tantangan terbesar bukan sekadar membuat aransemen megah, melainkan memastikan identitas setiap musisi tetap terasa meski dibalut orkestra.
"Dari dulu saya senang kolaborasi. Ketika Barry bikin acara, setiap orkestra yang saya mainkan tidak hanya menghadirkan bunyi megah, tetapi tetap melekat dengan karakter artisnya," jelas Erwin.
Ia menambahkan, pengalaman para musisi yang tampil membuat proses latihan berjalan lebih efektif karena seluruh penampil memiliki kemampuan musikal yang sangat baik.
Sementara itu, Jay Subyakto kembali dipercaya sebagai Creative Director Forestra 2026. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam merancang panggung adalah menjaga kelestarian kawasan hutan tanpa mengurangi kualitas pertunjukan.
| Baca Juga: Vedra dan Felicia Siap Debut, Finalis The Icon Indonesia Rilis Single Perdana
Jay memastikan seluruh tata letak panggung dirancang agar tidak merusak vegetasi yang ada. Bahkan, salah satu pohon di lokasi akan tetap berada di tengah area panggung sebagai bagian dari konsep visual konser.
"Tantangannya bagaimana panggung saya justru tidak mengganggu hutannya. Bahkan nanti di tengah panggung ada pohon yang tetap tumbuh. Untuk sound system juga sudah dimaksimalkan," kata Jay.
Ia juga menegaskan bahwa Forestra bukan festival musik pada umumnya.
"Kami tegaskan, ini bukan festival. Ini konser musik yang ditampilkan di hutan dan menunjukkan kepedulian kita terhadap alam di negara ini."
Bagi pecinta musik yang ingin menikmati pengalaman konser berbeda di tengah alam, tiket Forestra 2026 tersedua mulai dari Rp 699.000 per orangnya. (*)







