VIVIA MEDIA — Cinta Laura menyoroti stigma terhadap pasien BPJS Kesehatan menyusul viralnya kasus Yurizal, pasien yang diduga meninggal akibat keterlambatan penanganan medis.

Melalui akun Threads, Cinta menilai publik terlalu sering terjebak dalam perdebatan instan mengenai siapa yang salah atau benar dalam kasus tersebut.

"Setiap kali kasus seperti ini viral, pembahasannya langsung berputar di satu pertanyaan: siapa yang salah dan siapa yang benar. Menurut aku, justru itu bukan pertanyaan yang paling penting," tulis Cinta.

Menurut dia, persoalan yang lebih mendasar adalah masih adanya anggapan di sebagian masyarakat, termasuk tenaga kesehatan, bahwa pasien BPJS pantas mendapat pelayanan yang berbeda dibanding pasien umum atau mandiri.

| Baca Juga: Pasien Meninggal Usai Curhat Tunggu 8 Jam di RS, Komentar Diduga Nakes Tuai Kecaman Netizen

Lebih lanjut, Cinta menilai rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak muncul secara tiba-tiba.

Hal itu, kata dia, terbentuk dari berbagai cerita yang terus bermunculan selama bertahun-tahun tentang pasien dan keluarganya yang merasa diabaikan ketika membutuhkan pertolongan.

"Tingkat ketidakpercayaan publik seperti ini enggak muncul dalam semalam. Ini terbentuk dari cerita-cerita yang terus bermunculan selama bertahun-tahun, ada yang terverifikasi dan ada yang tidak, tentang pasien dan keluarganya yang merasa diabaikan di saat mereka paling membutuhkan pertolongan," tulisnya.

Wanita keturunan Indonesia-Jerman itu menegaskan jika tuduhan dalam kasus tersebut terbukti benar, maka pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.

| Baca Juga: Respons Bijak Dokter Gia, Tanggapi Polemik Pasien Meninggal Usai Tunggu 8 Jam di RS

Menurutnya, masyarakat juga berhak memperoleh transparansi atas penanganan kasus itu.

Kasus tersebut bermula dari unggahan Yurizal di Threads pada 22 Juli 2026.

1 2

Tags: