VIVIA MEDIA — Bagi sebagian orang, burung kicau mungkin sekadar hewan peliharaan di rumah. Namun bagi para kicau mania, burung dengan suara merdu bisa memiliki nilai yang jauh lebih tinggi.

Beberapa burung kicau unggulan bisa dihargai hingga ratusan juta rupiah, bahkan ada yang menembus angka miliaran.

Fenomena itu tidak lepas dari maraknya kompetisi burung berkicau di berbagai daerah Indonesia. Sama seperti olahraga, perlombaan burung memiliki kelas, gengsi, hingga hadiah yang membuat para pemilik rela mengeluarkan biaya besar untuk merawat burung kesayangannya.

Dalam salah satu podcast bersama Raditya Dika, penyanyi lagu hits 'Kicau Mania', Ndarboy Genk sempat membahas bagaimana sebuah kompetisi dengan tiket pendaftaran yang mahal biasanya memiliki hadiah yang tidak kalah besar.

| Baca Juga: Murai Batu Hingga Kenari, Ini Burung yang Jadi Favorit Para Kicau Mania

Hal serupa juga terjadi dalam dunia kicau mania. Semakin bergengsi sebuah perlombaan, semakin tinggi pula nilai ekonomi yang berputar di dalamnya.

Berdasarkan laporan dari berbagai sumber, harga burung kicau dapat melonjak drastis apabila memiliki rekam jejak prestasi dalam berbagai perlombaan.

Burung yang sering menjadi juara nasional memiliki nilai jual tinggi karena dianggap memiliki kualitas suara, mental bertanding, serta potensi menghasilkan keuntungan bagi pemiliknya.

Jenis seperti murai batu, kacer, dan lovebird menjadi beberapa burung yang dikenal memiliki harga tinggi di kalangan penghobi.

| Baca Juga: Jangan Sembarangan, ini Lokasi Terbaik Meletakkan Kotak Pasir untuk BAB Kucing

Bahkan, seekor kacer pernah diberitakan memiliki nilai Rp150 juta. Sayangnya, burung milik pria bernama Rendy Lesmana itu hilang di bagasi pesawat dalam perjalanan untuk mengikuti kontes nasional.

Namun, harga mahal bukan hanya ditentukan dari jenis burung. Faktor seperti kualitas suara, karakter, usia, keturunan, hingga jumlah kemenangan dalam lomba ikut menentukan nilai seekor burung.

Perawatan burung kicau juga membutuhkan perhatian khusus. Para pemilik biasanya menjaga pola makan, kebersihan kandang, hingga melatih mental burung agar mampu tampil maksimal saat perlombaan.

Tidak sedikit penghobi yang memutarkan suara alam maupun musik tertentu untuk membantu melatih burung mengenali irama dan meningkatkan kemampuan berkicaunya.

| Baca Juga: Minim Interaksi Sosial, Ini 4 Hewan Peliharaan Paling Cocok untuk Kaum Introvert

Di balik hobi tersebut, ternyata terdapat industri ekonomi yang cukup besar.

Saat menghadiri Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM 2026 di Jakarta, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut ekosistem burung kicau Indonesia memiliki nilai ekonomi sekitar Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun.

Perputaran tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari peternak, produsen pakan, pembuat sangkar, hingga penyelenggara lomba.

Kini, dunia kicau mania bukan hanya tentang suara indah seekor burung. Di balik setiap kicauan, ada komunitas, bisnis, kompetisi, dan perjalanan panjang para pemilik yang rela memberikan perawatan terbaik demi mendapatkan burung juara. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: