Gara-Gara 'Makam' Dobby Harry Potter, Proyek Kabel Listrik Rp8,9 Triliun Terpaksa Pindah Jalur
VIVIA MEDIA — Siapa sangka, cinta para Potterhead pada satu karakter fiksi bisa mengubah rencana proyek infrastruktur energi senilai jutaan pound sterling? Itulah yang terjadi pada proyek kabel bawah laut Greenlink, penghubung jaringan listrik antara Inggris dan Irlandia senilai £430 juta atau sekitar Rp8,9 triliun.
Proyek itu akhirnya harus dialihkan rutenya demi menghindari "makam" Dobby, si peri rumah kesayangan dalam waralaba Harry Potter.
Lokasi Syuting yang Jadi Situs Ziarah
Pantai Freshwater West di Pembrokeshire, Wales, awalnya hanya lokasi syuting biasa. Di sanalah adegan kematian Dobby difilmkan dalam Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1 (2010), momen yang sukses membuat jutaan penonton di seluruh dunia menitikkan air mata.
Sejak film itu rilis, penggemar mulai berdatangan ke pantai tersebut dan mendirikan "makam" tak resmi berupa tumpukan batu bertuliskan pesan-pesan perpisahan untuk Dobby, lengkap dengan kaus kaki sebagai simbol kebebasan sang peri rumah dari perbudakan keluarga Malfoy.
| Baca Juga: Beredar Foto Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez, AI or Not?
Lambat laun, titik ini berubah menjadi semacam situs ziarah bagi Potterhead dari berbagai negara. Pihak pengelola kawasan, National Trust Wales, sempat meminta pengunjung berhenti meninggalkan kaus kaki karena dikhawatirkan mencemari ekosistem pantai yang termasuk area konservasi.
Rencana Awal Nyaris "Menerjang" Makam Dobby
Masalah muncul ketika Greenlink, proyek kabel interkoneksi sepanjang 190 kilometer yang menghubungkan County Wexford di Irlandia dengan Pembrokeshire, awalnya dirancang melintasi persis area "makam" Dobby tersebut.
Simon Ludlam, CEO firma konsultan energi Etchea Energy sekaligus manajer proyek Greenlink, bercerita dalam podcast Energy Revolution bahwa timnya sempat kewalahan menghadapi reaksi publik.
Semua bermula setelah ia menyebut lokasi jalur kabel dalam sebuah wawancara dengan BBC. Begitu penggemar Harry Potter menyadari jalur itu akan melewati situs keramat mereka, telepon protes pun membanjiri kantor Ludlam.
Ludlam mengaku sempat meremehkan situasi tersebut, mengingat Dobby hanyalah karakter fiktif. Namun, rekan kerjanya meyakinkan bahwa isu ini serius dan harus ditanggapi.
1 2







