"Dulu kantor kami masih di garasi, tiba-tiba investor Pak Irsan dan Bu Nadia datang, dan mereka memberikan kepercayaan sama kita. Waktu itu ingat banget menuju-menuju Covid," ujar Raffi Ahmad.

Sakit Parah Hingga Hantaman Pandemi Covid-19

Salah satu momen krusial terjadi menjelang masa pandemi Covid-19. Di saat dunia usaha sedang terguncang dan banyak orang mulai beralih ke ranah digital, Raffi Ahmad menghadapi dilema kesehatan yang serius.

Pria kelahiran Bandung, 17 Februari ini menghadapi masalah serius pada pita suaranya yang mengharuskan ia memilih menjalani operasi atau beristirahat total hingga tiga bulan lamanya.

| Baca Juga: Mengenal Jun Curry Ahn, Pacar Dita Karang eks Secret Number

"Waktu itu saya diingatkan oleh mitra bisnis kami bahwa keluarga adalah nomor satu. Pesan itu sangat membekas karena masih ada investor yang percaya," kenang Raffi Ahmad.

Di tengah keterbatasan fisik dan kondisi dunia yang tengah beralih ke pola kerja Work From Home (WFH), ide-ide kreatif justru lahir.

Dengan jumlah karyawan yang saat itu hanya berkisar antara 20 hingga 50 orang, mereka memaksimalkan ruang garasi di rumah untuk tetap berkarya dan menghadirkan konten-konten yang relevan dengan situasi saat itu.

Berawal dari Sekitar 20 Juta Pengikut

Keberhasilan RANS untuk tumbuh secara organik tidak lepas dari kepercayaan para mitra strategis. Raffi Ahmad menceritakan bagaimana kerja sama dengan grup besar seperti Mayora (melalui Lynx Group International) menjadi pilar penting bagi eksistensi mereka. Padahal saat itu, pengikutnya di media sosial belum sebanyak sekarang.

| Baca Juga: Kini Jadi Aktor Sukses, Kiesha Alvaro Masih Suka Minta Uang Saku ke Pasha Ungu

"Ya saya pede-pede aja dulu, dulu follower saya belum 70 juta, waktu itu masih 20 juta ya? Masih 20 juta di Instagram, YouTube dan lain-lain," aku Raffi Ahmad.

1 2 3

Tags: