Klarifikasi Jessica Mila soal Liburan di Pulau Padar: Tidak Tahu Ada Pemberitahuan Larangan Masuk
VIVIA MEDIA — Jessica Mila buka suara usai liburannya ke Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama rombongan menjadi sorotan. Ia mengaku telah mendapat izin.
Sebelumnya, beredar isu rombongan Jessica mengandalkan 'orang dalam' untuk mengunjungi kawasan wisata tersebut saat ditutup akibat cuaca buruk.
Menanggapi isu yang beredar, istri Yakup Hasibuan itu menyatakan bahwa ia selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan, apalagi rombongannya membawa anak-anak.
Ia juga mengaku tidak mengetahui adanya edaran resmi terkait larangan masuk ke Pulau Padar karena cuaca buruk. Melihat ada kapal wisatawan lain yang pergi bersamanya, ia mengira kondisi di sana baik-baik saja.
| Baca Juga: Potret Liburan Jessica Mila di Pink Beach Pulau Padar, Jadi Sorotan di Tengah Penutupan Kawasan
“Perlu aku luruskan bahwa sejak awal tidak ada pemberitahuan dari Captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar,” tulisnya di Instagram pribadi, Senin (10/8/2026).
Pemain sinetron ‘Ganteng-Ganteng Serigala’ itu menegaskan bahwa narasi yang menyebutnya tetap nekat berlibur ke Pulau Padar meski ditutup adalah fitnah.
“Namun adalah tidak benar dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya, seakan-akan kami tetap mengabaikannya. Apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksa kehendak untuk tetap berangkat,” lanjutnya.
Jessica pun menyampaikan simpatinya kepada wisatawan lain yang batal berangkat ke Pulau Padar karena mengetahui adanya edaran tersebut.
| Baca Juga: Profil Najma Tsuroyya, Putri Ulama di Tuban yang Kini Jadi Istri Kadam Sidik
Ia menutup unggahan klarifikasinya dengan imbauan untuk para pemilik usaha pariwisata agar lebih transparan kepada konsumen.
“Jadi mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders, khususnya para Captain kapal, untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman,” tutupnya.
1 2







