Ia menjelaskan, istilah rich-girl nail muncul karena orang dengan status tinggi tidak memiliki cukup banyak waktu luang untuk melakukan nail art di salon. Mereka juga merasa tidak perlu mengikuti tren karena itu hanya buang-buang waktu.

Menurut Sable Yong, menjadikan kuku polos sebagai simbol kekayaan adalah hal keliru. Hal itu seolah menyiratkan bahwa mereka yang memiliki kuku berwarna-warni berstatus rendah bahkan kampungan.

“Memiliki kuku yang bersih pada dasarnya adalah standar paling dasar yang menunjukkan kesehatan, kebersihan, dan kerapihan. Jadi mengapa orang-orang memiliki pandangan begitu kuat mengenai kuku dengan kekayaan seseorang?” ungkapnya, dilansir dari Allure, dilansir pada Selasa (11/8/2026). (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: