Nuh... Rilis Lagu 'Sarapan di Hari Minggu', Setelah Sukses Viralkan 'Teruntuk Mia'
Di sisi lain, lagu Cinta Tanpa Tapi justru membawa pendengar menuju wilayah emosi yang lebih dalam.
Lagu tersebut berbicara tentang unconditional love dan secara khusus dipersembahkan Nuh... untuk orang tua yang telah berpulang.
| Baca Juga: Angel Pieters Rasakan Makna Berbeda Lagu 'Separuh Hidupku' Setelah Punya Anak
Lewat lagu ini, ia menangkap rasa kehilangan, kasih sayang, sekaligus penyesalan seorang anak yang mungkin baru mampu berdiri sendiri dan membahagiakan orang tua, tetapi harus menghadapi kenyataan bahwa kesempatan tersebut telah hilang.
Kontras kedua lagu tersebut memperlihatkan bagaimana Nuh... membangun album dengan spektrum emosi yang luas, tetapi tetap berangkat dari pengalaman yang dekat dengan kehidupan manusia.
Perjalanan Nuh... sendiri tidak bisa dilepaskan dari kesuksesan lagu 'Teruntuk Mia'. Lagu bernuansa pop Melayu yang dirilis pada 13 Juni 2024 itu mendapat perhatian besar di berbagai platform digital dan menjadi latar bagi ribuan video bertema romansa di TikTok.
Popularitas “Teruntuk Mia” bahkan mengubah perjalanan karier Nuh... sebagai musisi. Lagu tersebut telah meraih puluhan juta pemutaran di Spotify dan membuat namanya semakin dikenal publik.
| Baca Juga: Ingat Bocah di Video 'Baby Shark'? Park Geon Roung Akan Debut Jadi Penyanyi Solo
“Iya, alhamdulillah dengan lagu Teruntuk Mia, Nuh mulai dikenal, walaupun masih banyak juga yang belum tahu siapa Nuh, hanya tahu lagunya saja,” ujarnya.
Ia pun bersyukur atas pencapaian yang diraih hingga saat ini. “Kalau untuk pencapaian sejauh ini, mungkin sudah dinikmati jutaan orang,” tambahnya.
Sebelum dikenal luas sebagai Nuh..., Muhammad Rizki Nugroho telah menekuni dunia penulisan sejak masih menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU).
Ia mulai menulis lagu, puisi, dan syair sejak 2013. Kondisi fisik yang sempat membuatnya kesulitan memainkan alat musik tidak lantas menghentikan kreativitasnya.







