VIVIA MEDIA — The Script akan kembali menyapa penggemarnya di Asia Tenggara pada 2027. Band asal Irlandia itu telah menyiapkan sejumlah konser di Filipina, Singapura, dan Indonesia setelah sebelumnya menyelesaikan tur dunia Satellites pada 2025.

Rangkaian konser tersebut akan berlangsung mulai Maret hingga April 2027. The Script dijadwalkan tampil di Manila pada 18–20 Maret, di Singapura pada 31 Maret, kemudian di Jakarta pada 3 April 2027.

Untuk penampilan di Manila, dua jadwal awal pada 18 dan 19 Maret disebut sudah terjual habis. Penyelenggara kemudian menambahkan satu jadwal baru pada 20 Maret karena tingginya permintaan tiket.

Setelah Filipina, The Script akan melanjutkan perjalanan ke Singapura. Konser digelar di Singapore Indoor Stadium pada 31 Maret 2027. Selanjutnya, Danny O'Donoghue dan kawan-kawan akan tampil di Jakarta pada 3 April 2027.

| Baca Juga: Petra Sihombing Luncurkan Single 'Bangga', Ajak Anak dan Istri Beri Sentuhan Personal

Kunjungan tersebut menjadi lanjutan dari rangkaian pertunjukan The Script di Asia Tenggara pada 2025. Saat itu, mereka tampil di Singapura, Kuala Lumpur, Manila, Jakarta, Surabaya, dan Bangkok.

Konser di Indonesia pada 2025 berlangsung di ICE BSD City, Jakarta, pada 14 Februari dan Jatim Expo, Surabaya, pada 16 Februari. Seluruh rangkaian konser Asia Tenggara tersebut dilaporkan terjual habis.

Di tengah persiapan tur baru, The Script juga akan memperkenalkan materi musik terbaru. Album mereka yang berjudul 'The User's Guide to Being Human' dijadwalkan dirilis pada 14 Agustus 2026.

Sebelum album tersebut diluncurkan, The Script telah memperkenalkan single 'Man in the Arena'. Lagu ini menjadi salah satu materi yang membawa pendengar menuju album baru mereka.

| Baca Juga: Nuh... Rilis Lagu 'Sarapan di Hari Minggu', Setelah Sukses Viralkan 'Teruntuk Mia'

Album tersebut direkam di Topanga Canyon, Los Angeles. Menurut vokalis Danny O'Donoghue, proses kreatif album ini berlangsung setelah The Script menyelesaikan tur Satellites.

Danny kembali menulis lagu bersama Andrew Frampton, Steve Kipner, dan Jimbo Barry. Ketiganya sebelumnya pernah terlibat dalam penulisan sejumlah lagu The Script, termasuk 'Hall Of Fame', 'The Man Who Can't Be Moved', dan 'Breakeven'.

Bagi Danny, musik selama ini menjadi salah satu cara untuk menyampaikan berbagai pengalaman pribadi yang sulit ia ungkapkan secara langsung.

"Banyak orang mungkin tidak akan pernah benar-benar memahami hubungan saya dengan kata-kata dan musik. Begitulah cara saya memproses segala hal dalam hidup," kata Danny.

| Baca Juga: Kotak Resmi Rilis 'YOLO', Single Perdana di Jalur Musik Independen

Ia juga menjelaskan bagaimana pengalaman hidupnya memengaruhi proses menulis lagu.

"Saya mencintai musik, saya mencintai kata-kata, dan saya bangga menjadi orang Irlandia. Seumur hidup saya selalu menuangkan emosi yang sulit dijelaskan ke dalam lagu. Saat saya dirundung di sekolah, saya tidak pernah melawan. Saya pulang ke rumah lalu bernyanyi sekeras dan setinggi mungkin agar rasa sakit itu mengalir melalui setiap nada. Ketika ayah saya meninggal, rasa kehilangan itu menjadi bahan bakar untuk menulis lagu-lagu terbaik yang pernah saya ciptakan," ujarnya.

Judul The User's Guide to Being Human juga berkaitan dengan tema yang dibawa dalam album tersebut.

"Judul album ini menggambarkan seluruh isinya. Jika Anda membutuhkan sesuatu yang bisa mengingatkan tentang berbagai macam perasaan dan emosi yang membuat kita menjadi manusia, maka album ini adalah jawabannya," tutur Danny.

| Baca Juga: Lagu Baru Hingga Tur Konser Dunia, BIGBANG Rayakan Anniversary ke-20 Besar-besaran!

Salah satu lagu yang menjadi bagian dari album adalah "Man in the Arena". Lagu tersebut mengambil inspirasi dari gagasan dalam pidato Theodore Roosevelt tentang keberanian seseorang untuk terlibat langsung dan menghadapi risiko, dibandingkan hanya menjadi orang yang mengkritik.

Danny mengaku langsung tertarik ketika membaca pidato tersebut dan kemudian melihat kemungkinan untuk mengubah gagasannya menjadi sebuah lagu.

"Roosevelt mengatakan bahwa kehormatan bukan milik para pengkritik. Bukan milik orang-orang yang hanya duduk di sofa sambil menertawakan seseorang yang sedang berjuang, terjatuh, dan bangkit kembali di dalam arena. Kehormatan adalah milik orang yang benar-benar masuk ke arena dan wajahnya dipenuhi debu serta darah," kata Danny.

"Saya ingat ketika membacanya, saya langsung berpikir: ini harus dijadikan sebuah lagu. Energi dari pidato itu luar biasa indah," lanjutnya.

| Baca Juga: Sophia Hiatus demi Kesehatan Mental, KATSEYE Tetap Jalan dengan 5 Member

Sepanjang kariernya, The Script telah mencatat sejumlah pencapaian, termasuk enam album nomor satu di Inggris dan delapan album nomor satu di Irlandia. Musik mereka juga telah mengumpulkan lebih dari 14 miliar streaming secara global.

The Script juga tercatat telah menjual lebih dari lima juta album dan lebih dari 4,5 juta tiket konser sepanjang perjalanan karier mereka. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: