Usai Diprotes BTS, Grammy Awards Tinjau Ulang Kategori Baru Pop Asia
VIVIA MEDIA — Penyelenggara Grammy Awards, Recording Academy, dikabarkan sedang meninjau kembali kategori baru Best Asian Pop Music Performance usai BTS menolak mendaftarkan karya musik mereka.
Menurut laporan Variety, Sabtu (15/8/2026), CEO Recording Academy Harvey Mason Jr telah berdiskusi dengan sejumlah artis dan eksekutif yang mewakili musik Asia. Termasuk K-Pop, J-Pop, dan lainnya.
Seorang sumber menyebut, pihak Grammy Awards telah mengumpulkan dewan direksi untuk meminta masukan lebih lanjut mengenai kategori penghargaan baru.
Sumber itu juga mengatakan bahwa para sukarelawan dari Gold Music Alliance mengalami perundungan online. Sejumlah pengguna mengira mereka terlibat dalam pembentukan kategori khusus Asia.
| Baca Juga: Tolak Daftarkan Karya Musik, Kenapa BTS Boikot Grammy Awards 2027?
Padahal, kategori tersebut ditetapkan sepenuhnya melalui proses tahunan Komite Penghargaan dan Nominasi.
Sebagai informasi, Gold Music Alliance adalah sebuah kelompok di bawah naungan Recording Academy yang bertujuan untuk mendukung komunitas pelaku musik Asia.
Di sisi lain, Harvey Mason Jr dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Grammy Awards sepenuhnya menghargai karya seluruh insan musik tanpa mengabaikan kelompok tertentu.
Ia menyebut, kategori Asia awalnya diciptakan dengan niat untuk membuat ajang musik bergengsi tersebut lebih inklusif.
| Baca Juga: BTS Absen dari Grammy Awards 2027, Stray Kids Ikut Angkat Bicara
Namun dalam eksekusinya, ternyata ada beberapa artis yang merasa kategori itu tidak merepresentasikan karya mereka sebagaimana mestinya.
"Dari berbagai diskusi kami dengan banyak pemangku kepentingan selama dua minggu terakhir, terlihat jelas bahwa ada sejumlah artis di ranah ini yang merasa kategori tersebut tidak merepresentasikan musik yang telah mereka ciptakan dengan kerja keras," ungkapnya dikutip dari Variety.
1 2







