"Berapa kali Bu Dinna harus bilang 'Yasamin mukanya enggak boleh terlihat struggling gitu'. Apalagi yang menuju akhir-akhir itu ada aksi tempel-tempel di tembok, naik-naik ke tembok, tubruk-tubrukan. Itu butuh banyak waktu dan trial and error untuk dapetin that perfect shot," tambahnya.

Eksplorasi Rasa Takut dan Keretakan Persahabatan

Dalam film ini, Yasamin Jasem berperan sebagai Bella, bagian dari tujuh mahasiswa yang diteror. Yasamin menilai sutradara Dinna Jasanti berhasil membedah sisi psikologis karakter melalui rasa takut yang saling disembunyikan.

"Menarik melihat apa yang Bu Dinna sampaikan, bahwa film ini dasarnya adalah rasa takut (fear). Setiap karakter punya ketakutan masing-masing yang akhirnya membuat mereka menutupi banyak hal. Itulah yang perlahan menghancurkan pertemanan mereka. Padahal harusnya kita jadi teamwork," jelas Yasamin.

| Baca Juga: Ryan Gosling Resmi Jadi 'Ghost Rider', Film Marvel akan Tayang 28 Juli 2028

Bintang film Lembayung ini juga memuji kedetailan Dinna dalam mengarahkan emosi pemain di tengah situasi horor.

"Dramanya sangat tebal dan Bu Dinna sangat detail membedah setiap karakter, apa yang mereka takuti dan bagaimana menghadapi teror itu. Pesannya adalah berhati-hati dalam berbicara karena dampaknya bisa terus meluas ke orang lain," tuturnya.

Efek Paranoid: Takut Terima Paket di Rumah

Setelah menyelesaikan syuting film garapan Dinna Jasanti ini, Yasamin mengaku mengalami perubahan perilaku di kehidupan sehari-hari. Premis film yang mengangkat tema santet melalui jasa pengiriman paket membuatnya waswas setiap kali melihat kurir datang ke rumahnya.

"Daya tarik Paket Santet adalah ide dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sialnya pasti ada orang yang pernah mengalaminya," kata pemeran tokoh Bella ini.

| Baca Juga: Dian Sastrowardoyo Siap Obati Rindu Penggemar Lewat Proyek Baru Film Pendek 'AADC'

Aktris berdarah Indonesia, Kanada dan Iran ini melanjutkan bahwa rasa waswas itu muncul secara spontan pasca-syuting.

1 2 3

Tags: