Pemilihan warna pun dilakukan dengan pertimbangan matang. Koleksi kali ini didominasi oleh palet monokrom, yakni hitam dan putih.

Menurut Maritza, kedua warna ini adalah warna esensial yang pasti dimiliki oleh setiap orang di lemari pakaian mereka. Meski begitu, ia tetap membuka kemungkinan untuk mengeksplorasi warna lain di koleksi mendatang.

"Hitam dan putih sebenarnya adalah warna yang sangat umum (common) untuk dipakai sehari-hari. Untuk sekarang, kami memang fokus pada nuansa monokrom hitam-putih," paparnya.

| Baca Juga: Istri Cristiano Ronaldo, Georgina Rodriguez Pakai Perhiasan Hampir Rp1 Triliun di Hari Pernikahan

Strategi Menembus Gen-Z yang 'Tricky'

Sebagai desainer yang juga merupakan bagian dari generasi Z, Maritza memahami dinamika tren yang sangat cepat, terutama dengan gempuran gaya dari Korea Selatan dan Jepang. Namun, ia memilih pendekatan yang berbeda dengan menyasar kelompok Gen-Z yang lebih matang (mature).

"Menyasar Gen Z itu sebenarnya cukup tricky. Kebetulan saya sendiri berada di kelompok Gen Z yang 'di tengah-tengah', antara tren Y2K dan tren lainnya. Saya lebih memilih gaya Gen-Z yang sedikit lebih matang, jadi jaraknya tidak terlalu jauh dengan Purana yang pasarnya adalah ibu-ibu mereka," ungkapnya.

Strategi ini diambil agar koleksi tersebut memiliki sifat timeless atau tak lekang oleh waktu. Dengan desain yang matang, pakaian ini diharapkan tetap relevan dan dapat terus dikenakan meski usia pemakainya bertambah.

Maritza Anjali (tengah, baju hitam) bersama para model dalam koleksi karyanya. Foto: Agnes

Komitmen pada Serat Alami dan Kenyamanan

Selain soal desain, Maritza juga memberikan perhatian besar pada pemilihan material yang beralih dari bahan sintetis ke bahan alami guna meningkatkan kualitas dan kenyamanan bagi pemakainya.

"Kami merasa agak gundah jika terus menggunakan poliester, jadi melalui koleksi ini kami ingin mencapai sesuatu yang berbeda dengan menggunakan serat katun," tegas Maritza.

Ia menyadari bahwa penggunaan katun memiliki tantangan tersendiri, terutama sifat bahannya yang mudah kusut. Namun, hal tersebut diatasi melalui proses riset dan pengembangan untuk menemukan jenis katun yang tepat.

1 2 3

Tags: