Shin Tae-yong Jadi Mentor Dalam Dokumenter Sepak Bola, Ungkap Kunci Jadi Pemain Hebat
VIVIA MEDIA — Nama Shin Tae-yong kembali muncul di dunia sepak bola Indonesia, kali ini bukan sebagai pelatih , melainkan sebagai mentor dalam serial dokumenter bertajuk Clear Men Ultra Squad Series.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu didapuk sebagai Ultra Coach yang membina dan mengevaluasi talenta muda sepak bola Tanah Air, dalam serial yang mengikuti perjalanan para pemain muda mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional.
Serial berisi 10 episode ini tidak sekadar merekam sesi latihan. Ceritanya bergerak dari proses seleksi, bootcamp, pelatihan intensif, hingga perkembangan peserta saat berhadapan dengan tuntutan menjadi atlet sesungguhnya.
Keterlibatan Shin Tae-yong pun bukan sekadar nama besar untuk menarik perhatian, tetapi terkait langsung dengan misi program: menegaskan bahwa jalan menuju pemain profesional tidak berhenti pada kemampuan teknis mengolah bola.
| Baca Juga: Charles Melton Didekati Lionsgate untuk Perankan Kakashi di Live-Action ‘Naruto’
Dalam proses pembinaan, Shin Tae-yong menilai peserta tidak hanya dari penguasaan bola atau kepatuhan pada instruksi di lapangan. Mentalitas, kedisiplinan, daya juang, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar turut menjadi bagian penilaiannya.
Baginya, dunia sepak bola profesional menuntut lebih dari talenta mentah, karena pemain harus mampu menjaga konsistensi, menghadapi tekanan, dan menerima evaluasi.
"Untuk menjadi pemain hebat, bakat saja tidak cukup. Kedisiplinan, kerja keras, mental yang kuat, serta kemauan untuk terus belajar adalah kunci utama. Selama bootcamp, saya melihat semangat luar biasa dari para peserta untuk terus berkembang dan beradaptasi," ujar Shin Tae-yong di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Perjalanan yang direkam dalam serial ini bermula dari kompetisi digital yang dibuka sejak Mei 2026, diikuti lebih dari 300 anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. Seleksi kemudian mengerucut menjadi 50 peserta yang berhak mengikuti bootcamp intensif selama tiga hari di Urban Dome, Jakarta.
| Baca Juga: Meghan Markle Kembali ke Inggris, Akan Comeback Akting lewat 'The Gentemen'
Di sanalah mereka menjalani evaluasi teknik, ketahanan mental, dan kedisiplinan, sebuah gambaran kecil dari tuntutan yang akan mereka hadapi bila serius menekuni sepak bola sebagai profesi.
Dari 50 peserta tersebut, terpilih 11 talenta muda terbaik yang mendapat kesempatan mengikuti pembinaan selama tiga bulan di STY Academy melalui program beasiswa, mencakup coaching, mentoring, dan pengembangan performa untuk mempersiapkan mereka menuju level sepak bola profesional.
Yang membuat dokumenter ini menarik bukan semata daftar peserta yang lolos, melainkan proses di antara titik awal dan hasil akhir tersebut. Kamera mengikuti bagaimana para pemain muda menghadapi tekanan, menerima arahan, beradaptasi dengan metode latihan, dan berusaha memperbaiki kekurangan masing-masing.
Ari Astuti, Beauty & Wellbeing Indonesia Marketing Demand Creation Hair Care Unilever Indonesia, menyebut bakat tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan pembinaan yang tepat.
| Baca Juga: Debut Produser, Zhao Lusi Gaet Ayah Jadi Pemeran Drama Pendek ‘Sonder: I Am Not NPC’
"Banyak talenta muda Indonesia memiliki potensi besar, namun terbatas pada akses dan kesempatan pembinaan yang terstruktur," ujarnya, menambahkan bahwa program ini memberi ruang belajar langsung dari sosok legendaris seperti Shin Tae-yong.
Episode pertama serial ini tayang sejak 25 Juli 2026, dengan episode baru hadir setiap Sabtu melalui kanal digital resmi di TikTok, Instagram, dan YouTube Shorts.
Kehadiran Shin Tae-yong memberi perspektif yang lebih dekat dengan realitas pembinaan pemain, sekaligus menegaskan pesan utama serial ini: kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik harus diikuti kesiapan menjalani proses panjang penuh disiplin dan evaluasi. (*)







