Hanung Bramantyo Dampingi Anak Pulihkan Trauma Pasca Peristiwa Terkait Karyawannya
VIVIA MEDIA — Hanung Bramantyo memilih memberi perhatian penuh kepada putrinya, Kala Madali Bramantyo, ketika kasus dugaan penganiayaan terhadap karyawannya masuk ke proses hukum. Kala sempat mengalami ketakutan setelah menyaksikan dampak dari peristiwa tersebut.
Hanung kemudian membawa putrinya menjalani konseling untuk membantu memulihkan kondisi psikologisnya. Ia menyadari pengalaman yang dialami Kala tidak bisa dianggap sepele dan membutuhkan pendampingan dari pihak yang memiliki keahlian.
"Pada saat kejadian Kala trauma udah pasti, ketakutan. Saya sadar bahwa kondisi psikologis itu butuh bantuan dari pihak luar. Jadi kita konseling kepada psikolog gitu," kata Hanung saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Pendampingan itu juga dilakukan Hanung ketika Kala harus mengikuti proses hukum sebagai saksi. Ia bahkan meninggalkan sejumlah pekerjaan untuk memastikan putrinya tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri.
| Baca Juga: Putrinya Sempat Trauma, Hanung Bramantyo Ungkap Akhir Kasus Dugaan Pemukulan Sopir
Bagi Hanung, masa persidangan menjadi salah satu fase paling berat. Selain memikirkan kondisi anak, ia juga harus membagi waktu dengan pekerjaan yang sedang berjalan.
"Itu yang momen buat saya sangat berat sekali waktu itu karena saya harus meninggalkan semua pekerjaan saya, ada syuting saya tinggalkan apa segala macam untuk menemani anak ya gitu kan, takutnya nanti terjadi apa-apa," tuturnya.
Hanung mengatakan kondisi Kala menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum keluarga akhirnya menyepakati perdamaian. Ia ingin memastikan putrinya sudah mampu menerima kejadian tersebut dan tidak lagi menyimpan kemarahan.
Menurut Hanung, Kala akhirnya bisa melihat persoalan tersebut sebagai bagian dari sebuah proses yang harus dilewati. Ia pun mengajarkan putrinya untuk memilih memaafkan setelah seluruh persoalan berjalan.
| Baca Juga: Kiyomi Bachdim Mulai Ikuti Jejak Sang Ayah, Punya Mimpi Bela Timnas Putri Indonesia
"Dia menganggap ini semuanya adalah bagian dari proses media ya kan, dan kemudian ya sudah apa yang bisa kita lakukan adalah memaafkan, pemaafan," ujar Hanung.
Hanung berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ia juga memilih melihat persoalan itu dengan lebih tenang setelah proses hukum selesai dan kedua pihak sepakat berdamai.
"Toh itu juga dia melakukan itu memang karena terdorong situasi yang memang nggak baik dan saya berharap itu kita mengambil hikmahnya. Itu aja sih," pungkasnya.
Kasus tersebut bermula dari dugaan penganiayaan terhadap Faisal Henry, sopir sekaligus penjaga rumah keluarga Hanung dan Zaskia Adya Mecca, di kawasan Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, pada akhir September 2025.
| Baca Juga: Prilly Latuconsina Lulus S2 Summa Cum Laude di Tengah Kesibukan Syuting
Saat itu, Faisal disebut sedang mengantar anak Zaskia ketika kendaraannya hampir bertabrakan dengan kendaraan yang dikemudikan seorang anggota TNI berinisial Praka NC. Insiden tersebut kemudian berlanjut setelah Faisal membunyikan klakson.
Perkara itu selanjutnya diproses melalui jalur hukum. Meskipun sempat ada permintaan maaf secara personal dari pihak atasan terduga pelaku, keluarga Hanung tetap melanjutkan proses hingga perkara bergulir di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada April 2026. (*)







