Kolaborasi perdana Afgan dan Lesti dikemas dalam konsep mashup, dengan memadukan beberapa lagu yang memiliki karakter berbeda dalam satu rangkaian penampilan. Konsep tersebut membuat keduanya harus menyesuaikan perpindahan dari satu lagu ke lagu lainnya agar keseluruhan penampilan tetap terdengar padu.

Bagi Lesti, tantangan utama justru terletak pada perpindahan antarlagu tersebut. Ia perlu menjaga alur dan tempo agar perubahan bagian tidak terasa janggal saat dinyanyikan bersama Afgan.

“Cuma ya ada, eh, kayak perpindahan-perpindahan, karena kan… iya, karena di-mashup, jadi itu aja sih paling kesulitannya untuk aku,” tutur Lesti.

| Baca Juga: Sempat Kehilangan Suara Total, Afgan Tetap Tampil Maksimal di Konser Retrospektif

Afgan justru melihat ada irisan musikal yang membuat keduanya relatif mudah disatukan. Salah satunya melalui “Bukan Cinta Biasa”, lagu yang memiliki judul sama tetapi hadir dalam karakter musik yang berbeda.

“Jadi kita punya lagu judulnya sama nih, ‘Bukan Cinta Biasa’, Lesti nyanyi lagu klasik. Jadi kita me-mashup itu, jadi aku nggak terlalu kesulitan karena kan itu masih kehitung pop ya, melayu ya,” jelas Afgan.

Di atas kertas, perbedaan warna vokal keduanya memang cukup jelas. Afgan tumbuh dengan karakter pop, sementara Lesti memiliki akar kuat dalam musik dangdut dan Melayu. Namun, format mashup justru memberi ruang bagi perbedaan itu untuk bertemu tanpa harus menghilangkan identitas masing-masing.

Persoalannya kemudian bukan lagi bagaimana menyatukan dua karakter tersebut, melainkan bagaimana melakukannya dalam waktu yang sangat terbatas.

| Baca Juga: Lesti Kejora Belum Ingin Bahas Opsi Damai dengan Penyebar Isu Terkait Rizky Billar

Latihan 10 Menit Saja

Kolaborasi yang akhirnya terdengar matang di atas panggung ternyata tidak lahir dari latihan panjang. Afgan mengungkapkan, ia dan Lesti hanya memiliki waktu sekitar 10 menit untuk berlatih bersama.

“Sepuluh menit. Wow,” kata Afgan.

1 2 3

Tags: