Di serial ini, karakter Ben dinilai memiliki sisi manja khas anak muda. Menanggapi hal tersebut, Maxime justru berkelakar bahwa sifat tersebut tidak jauh berbeda dengan kepribadian aslinya di dunia nyata, sehingga ia tidak kesulitan dalam mengeksekusi adegan.

"Aslinya saya memang kayak gitu, jadi gampang. Referensinya ya diri saya sendiri dua tahun yang lalu. Tapi sebenarnya saya tetap mengikuti arahan skrip. Kami banyak diskusi tentang bagaimana adegan 'manja' itu ditampilkan," ungkapnya.

Namun, Maxime memberikan catatan bahwa Ben adalah karakter yang multidimensi. Menurutnya, Ben bukan sekadar pria manja, melainkan sosok yang easy-going dan berani mencoba hal baru.

| Baca Juga: Wulan Guritno Sabet Penghargaan Aktris Terbaik, Isyaratkan 'Mama Mama Pengejar Cinta 2'

"Tapi kalau menurut saya, karakter Ben ini tidak terlalu manja, dia justru cukup dewasa tapi easy-going dalam menjalani hidup. Dia sangat terbuka dan adventurous, meskipun di episode satu terlihat sangat terpuruk. Malah menurut saya, karakternya Hamish yang lebih manja di sini!" kelakarnya membandingkan dengan karakter lain.

Bantah Label 'Perfect Green Flag'

Meski karakter Ben mulai mendapatkan label sebagai pria idaman atau green flag dari para penggemar, Maxime mengingatkan bahwa Ben tetaplah manusia biasa yang memiliki cacat dan penyesalan masa lalu. Serial ini disebutnya akan menampilkan transformasi karakter secara bertahap.

"Sebenarnya Ben juga bukan perfect green flag. Karakter saya di sini memiliki banyak penyesalan dan hal-hal yang harus dia nilai kembali dalam hidupnya. Setiap episode akan memperlihatkan proses itu," jelas Maxime.

Chemistry Natural Tanpa Rasa Sungkan

Keberhasilan drama romantis sangat bergantung pada keterikatan emosional antar pemainnya. Bagi Maxime, membangun chemistry dengan Raihaanun bukan perkara sulit karena keduanya sudah memiliki jalinan pertemanan di luar lokasi syuting. Hal ini membuat adegan-adegan intens dapat dilakukan secara profesional dan mengalir.

| Baca Juga: Terlibat di Film Adaptasi Negeri Dongeng, Tissa Biani Sempat Ragu Jadi Nirmala

"Membangun chemistry dengan Hanun (Raihaanun) sebenarnya terasa sangat natural. We’re friends di luar proyek ini, jadi prosesnya seru banget. Nggak ada rasa sungkan atau canggung, bahkan saat kami harus melakukan adegan-adegan yang cukup emosional atau intens," tuturnya.

1 2 3

Tags: