“Mulai dari koreografi, busana, tata rias, hingga penegasan identitas perempuan Indonesia melalui penggunaan konde,” kata Guruh.

Gema Indonesia juga memiliki kebiasaan menggunakan wastra Nusantara dalam latihan maupun penampilan. Bagi Guruh, penggunaan wastra bukan sekadar persoalan estetika, tetapi bagian dari upaya merawat dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.

| Baca Juga: Deddy Corbuzier Bawa Indonesia Podcast Festival 2026 Keliling Lima Kota

“Gema Indonesia terbiasa latihan menggunakan wastra Nusantara. Hal itu menjadi salah satu wujud nyata kepedulian kami terhadap seni dan budaya Indonesia,” ujarnya.

Hal tersebut sejalan dengan dedikasi Guruh yang telah mencapai sekitar 50 tahun dalam mengembangkan seni dan budaya Indonesia.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pagelaran ini adalah lelang wastra. Sejumlah karya yang akan dilelang di antaranya wastra karya Guruh Sukarno Putra, wastra anak-anak penyintas kanker, serta karya dari Ndara Pearls.

Menariknya, seluruh hasil lelang akan disalurkan melalui YKAI untuk mendukung program-program kemanusiaan bagi anak-anak penyintas kanker.

| Baca Juga: Bulang Trang, Nona: Kisah Pejuang yang Menemukan Arti Patriotisme dari Keluarga dan Cinta

Guruh sendiri mengaku belum dapat memastikan jumlah pasti wastra miliknya yang akan dilelang. Namun, diperkirakan terdapat sekitar tiga hingga lima karya.

Ketika ditanya mengenai target dana yang ingin dikumpulkan, Guruh hanya berharap hasilnya bisa maksimal.

“Ya sebanyak-banyaknya,” katanya.

Guruh menilai dukungan terhadap kesehatan anak merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Anak-anak, menurutnya, perlu mendapatkan dukungan dan fasilitas sejak lahir hingga tumbuh dewasa agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh.

1 2 3

Tags: