Series 'Tante Sonya': Raihaanun Hadirkan Romansa Beda Usia dan Sosok Independent Woman
Febriamy Hutapea, Executive Producer & Country Head WeTV Indonesia mengatakan, keputusan mengangkat kembali cerita Tante Sonya tidak semata-mata karena kisah cinta beda usia.
Menurutnya, perbedaan usia dalam hubungan hanya menjadi pintu masuk menuju cerita tentang keberanian seorang perempuan untuk kembali menentukan kebahagiaannya.
"Saat cinta itu datang, tidak pernah bertanya berapa nomor usia di KTP Anda. Sudah saatnya kita berhenti percaya pada stigma batasan usia bagi perempuan," tegas Febriamy.
Ia menambahkan bahwa sudah waktunya masyarakat berhenti memberikan batasan kepada perempuan berdasarkan usia. Menurutnya, setiap perempuan memiliki hak untuk mencintai, dicintai, dan memulai kembali kehidupannya pada usia berapa pun.
Dalam serial tersebut, WeTV ingin menghadirkan sudut pandang independent woman atau perspektif yang lebih berani mengenai perempuan dan pilihan hidupnya. Platform tersebut juga berharap 'Tante Sonya' dapat diterima tidak hanya oleh penonton Indonesia, tetapi juga oleh penonton internasional.
"Setiap perempuan berhak dicintai dan mencintai kembali di usia berapapun. 'Tante Sonya' adalah pintu masuk untuk melihat keberanian seorang perempuan menemukan kembali kebahagiaannya. Kami ingin mengeksplorasi karakter dengan sudut pandang yang lebih berani," lanjutnya.
Penyegaran Total, Transformasi dari Film ke Serial
Produser Rapi Films, Sunil Samtani, menjelaskan tantangan dalam menggarap proyek ini. Alih-alih hanya membuat ulang (remake), tim produksi memutuskan untuk melakukan penyegaran total (reboot) agar relevan dengan audiens generasi sekarang.
"Sebenarnya ide ini berawal dari benang merah 'Catatan Harian Tante Sonya'. Saat saya berdiskusi dengan Ardy (Sutradara) dan pihak WeTV, kami sepakat bahwa cerita ini sudah cukup lama. Jadi, tantangannya adalah bagaimana menjadikannya bukan sekadar remake, tapi sebuah reboot. Kita buat lebih up-to-date untuk generasi sekarang," kata Sunil.
| Baca Juga: Kenangan Tampil di Operet, Titi Kamal Jadi Ratu Bidadari di Film Oki dan Nirmala
Sutradara Surya Ardy memberikan perspektif lebih dalam mengenai muatan pesan dalam serial ini. Ia menekankan bahwa Tante Sonya bukan sekadar drama perselingkuhan biasa, melainkan kritik terhadap norma sosial yang sering memojokkan perempuan.
"Jika ada yang mengira series ini hanya mengangkat tentang perselingkuhan atau affair antara bos dan anak buah, sebenarnya bukan itu fokus utamanya. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bahwa perempuan memiliki kebebasan untuk memilih jalannya sendiri," tegas Surya Ardy.







