VIVIA MEDIA — Momen mengharukan terjadi saat sosok nyata di balik cerita film Baby Udon, Fanny Kondoh, hadir secara langsung di atas panggung bersama buah hatinya Kazuki Musa Kondoh atau KazKaz yang berumur satu tahun.

Di atas panggung tersebut juga diletakkan foto almarhum Hajime Kondoh yang diberi hiasan setangkai bunga sakura. Foto tersebut dihadirkan sebagai penghormatan bagi Hajime yang tutup usia pada tahun 2024 setelah berjuang melawan kanker kandung kemih sejak tahun 2020.

Film Baby Udon bukan sekadar drama fiksi biasa. Film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata yang sempat menyentuh hati jutaan warganet di media sosial.

Narasi film ini menghidupkan kembali perjalanan emosional konten kreator Fanny Kondoh dan suaminya, Hajime Kondoh, yang dikenal publik sebagai CEO Marugame Udon Indonesia.

| Baca Juga: Bintangi Film 'Baby Udon', Denny Sumargo Teringat Perjuangan Miliki Buah Hati

Publik sebelumnya telah mengikuti perjuangan panjang pasangan ini dalam upaya memiliki keturunan melalui proses In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung. Di tengah harapan akan kehadiran buah hati, mereka harus menghadapi kenyataan pahit diagnosis kanker yang akhirnya merenggut nyawa Hajime.

Film garapan sutradara Fajar Bustomi ini menampilkan Caitlin Halderman sebagai Fanny Kondoh dan Denny Sumargo yang menghidupkan karakter Hajime Kondoh.

Luka Lama yang Terbuka Kembali saat Proses Produksi

Meski peristiwa duka tersebut sudah berlalu hampir dua tahun, Fanny Kondoh mengaku proses pembuatan film ini kembali membuka memori emosionalnya. Saat terlibat dalam pengisian suara (voice over) untuk beberapa bagian POV (point of view), Fanny tak kuasa menahan tangis.

"Aku sering lihat cuplikan pendek-pendeknya dan lumayan pedih banget. Dan apalagi aku sempat nge-direct POV voice over beberapa part, ternyata aku masih menangis," ungkap Fanny Kondoh saat ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).

| Baca Juga: Jadi Pria Red Flag di Series 'Tante Sonya', Hamish Daud Sebut Aslinya dia Green Flag

Perempuan asal Surabaya ini menambahkan bahwa melihat visualisasi perjuangannya di layar lebar membuatnya merasa iba pada dirinya sendiri di masa lalu.

"Aku pikir sudah nggak sedih lagi karena dukanya sudah lama kan, sudah hampir dua tahun. Tapi ternyata masih sedih karena aku melihat, 'Ya Allah ternyata Fanny sekasihan itu ya'. Itu recall my memory, jadi sedih banget," tuturnya.

Adegan di Film yang Benar Benar Terjadi

Salah satu momen paling krusial dalam film yang dianggap Fanny paling mendekati kenyataan adalah adegan saat kondisi fisik Hajime mulai merosot tajam.

Wanita 31 tahun ini menceritakan momen syuting di Bogor yang menggambarkan Hajime tidak mampu lagi menahan buang air kecil hingga mengeluarkan darah di tempat tidur.

"Momen yang paling mirip itu saat adegan Hajime mengompol. Ada adegan Hajime ngompol pipis darah di kasur. Di situ Hajime terlihat sangat hancur. Karena laki-laki biasanya menaruh kebanggaan pada ketangguhannya, pekerjaannya, dan kemampuannya memberikan proteksi," jelas Fanny.

Fanny memuji totalitas Denny Sumargo dalam adegan tersebut. Menurutnya, Denny berhasil menangkap emosi kegagalan seorang suami yang merasa menjadi beban bagi istrinya.

"Dia menangis dan tiga kali take dengan emosi yang sama. Densu sampai bilang, ‘Ini kalau take keempat aku nggak bisa pecah lagi, aku capek," ujar Fanny.

"Dan aku merasakan sensasi gagal jadi cowok yang dia perankan itu sama persis dengan apa yang aku rasakan saat membersihkan ompol suamiku dulu. Waktu itu Hajime bilang, ‘Maafin ya, aku cuma bisa merepotkan kamu’," kenang Fanny dengan suara bergetar.

| Baca Juga: Perankan Karakter Serupa di Film Munafik, Aktris Malaysia Nabila Huda Puji Acha Septriasa

Sampaikan Pesan Terakhir untuk Hajime

Dalam kesempatan tersebut Fanny Kondoh menyampaikan pesan yang menggetarkan hati untuk almarhum suaminya. Sambil menunjuk foto Hajime di panggung, ia menceritakan betapa berartinya kehadiran sosok sang suami bahkan dalam bentuk potret yang sempat dipinjam tim produksi untuk keperluan promosi.

"Dari tadi aku jalan ke sini, aku nangis di mobil. Aku bilang, ‘Hajime, kamu tahu nggak? Finally, kamu nggak akan diingat hanya sebagai abu. Kamu tahu nggak kalau film ini sudah mau tayang?’" kata Fanny dengan suara terisak.

Ia menyamakan kegugupan menjelang rilis film ini dengan perasaan saat akad nikah mereka dahulu. Fanny berharap semangat Hajime hadir mendampingi perjalanan film ini dan melihat pertumbuhan KazKaz yang juga tampil perdana di layar lebar.

"Aku berharap kamu bisa datang, duduk di salah satu kursi penonton ini, meskipun aku nggak bisa lihat kamu. Dan aku berharap kamu bisa lihat KazKaz ada di sini, " kata Fanny.

| Baca Juga: The Scandal Hadir di Netflix, Son Ye Jin dan Ji Chang Wook Terjebak Permainan Cinta Era Joseon

"Oh ya, ini film debut pertama anak kita, meskipun cuma gundulnya doang yang kelihatan. Tapi aku yakin kamu nggak akan pernah mati di hatiku. Kamu tetap jagain aku, dan nobody can replace you," sambung Fanny.

Pesan Tentang Titipan dan Waktu yang Berharga

Dalam kesempatan tersebut, Fanny menyampaikan pesan mendalam bagi calon penonton. Ia menekankan bahwa film ini adalah pengingat bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia adalah titipan dari Tuhan yang bisa diambil kapan saja.

"Aku berharap kalian menonton ini dan ketika pulang, kita semua sadar bahwa Allah itu selalu memberikan nikmat titipan. Titipan tentang suami, anak, rezeki, kesehatan. Tapi kadang kita lupa untuk bersyukur. Ketika nikmat itu diambil, kita sudah terlalu melekat sehingga susah melepaskannya," ungkap Fanny.

Fanny yang menikah pada Oktober 2015 ini mengingatkan pentingnya menghargai waktu bersama orang-orang terkasih.

"That’s why time is precious. Kita nggak pernah tahu kapan suami kita akan pergi, kapan anak kita akan kembali, kesehatan diambil, atau rezeki.hilang. Semoga film ini memberi makna bahwa apa yang kita punya itu berharga banget," tutupnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: