VIVIA MEDIA — Arab Saudi kini ingin dikenal lebih dari sekadar destinasi ibadah Haji dan Umrah. Negara di Timur Tengah ini semakin agresif mempromosikan wisata alam, sejarah, hiburan, hingga olahraga kelas dunia untuk menarik wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia.

Director East Asia & Australia, Reham Zadei, menegaskan bahwa Arab Saudi memiliki keragaman geografis beragam daripada yang selama ini dikenal masyarakat.

"Penting untuk dipahami bahwa Arab Saudi bukan hanya tentang Makkah dan Madinah. Kami memiliki keberagaman geografis yang luar biasa," ujar Reham Zadei dalam diskusi Saudia Travel Fair 2026: 'Elevate Every Journey with Saudia' di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2026).

Rekomendasi Waktu Kunjungan

Guna memberikan pemahaman yang lebih dalam, Reham Zadei menyarankan calon wisatawan untuk menyesuaikan jadwal kunjungan dengan karakteristik wilayah yang dituju.

| Baca Juga: Dari Kehilangan Kerja Jadi Konten: Kisah Keluarga SaDhis Membangun Keseimbangan

Secara umum, periode terbaik untuk mengeksplorasi berbagai wilayah di Arab Saudi adalah antara akhir September hingga April, saat kondisi cuaca lebih bersahabat bagi wisatawan.

"Jika ingin mengunjungi pegunungan, musim panas adalah waktu yang cocok karena udaranya lebih sejuk. Sementara itu, untuk menikmati keindahan garis pantai dan Laut Merah, musim dingin menjadi pilihan yang sangat menyenangkan," jelas Reham.

Adapun destinasi wisata non religi yang wajib dikunjungi, antara lain:

1. Ada hidden gem yang tak terlupakan

Pencinta adrenalin bisa menjelajahi kota pegunungan Taif – sebuah hidden gem di Saudi yang merupakan gerbang menuju tebing granit di Pegunungan Al-Hada. Sedangkan, di Provinsi Aseer, kamu bisa merasakan pemandangan sejuk dan hijau.

| Baca Juga: Bukan Salad, Benny Blanco Justru Makan Pizza 5 Hari untuk Turunkan Berat Badan

1 2 3 4

Tags: