Ia mengaku masa tersebut cukup mengecewakan karena harus terus berusaha meski merasa tidak diperhatikan.

Namun, pengalaman itu justru membuatnya lebih memahami arah yang ingin dituju.

| Baca Juga: Kamari Ulang Tahun ke-3, Jennifer Coppen Kenang Masa Sulit: Ada Kamu yang Harus Mama Jaga

Titik balik tersebut kemudian datang lewat album kelimanya, 'Midnight Sun', yang dirilis pada September 2025.

Proyek itu bukan hanya membawa musik Zara kembali menjadi pembicaraan, tetapi juga membuat identitas visualnya jauh lebih mudah dikenali.

'Midnight Sun' Jadi Titik Balik

Era 'Midnight Sun' hadir dengan estetika penuh warna, nuansa musim panas, gaya Y2K, rhinestones, makeup berkilau, hingga konsep tropical summer.

Zara juga mulai membangun dunia visual yang konsisten antara musik, busana, makeup, panggung, dan penampilan penggemarnya.

| Baca Juga: Reuni dengan Sutradara Squid Game, Lee Byung-hun Bintangi Film Layar Lebar 'K.O. Club'

Nostalgia turut menjadi senjata. 'Symphony' kembali viral pada 2024 melalui tren media sosial. Sementara 'Lush Life' kembali mendapat perhatian ketika penggemar ikut membawakan koreografinya dalam konser.

Kolaborasinya dengan PinkPantheress lewat 'Stateside' juga memperluas momentum tersebut.

Jadi, jika banyak pendengar merasa Zara baru muncul, sebenarnya yang baru adalah skala perhatiannya, bukan kariernya.

Bahkan Grammy Tidak Bisa Menempatkannya sebagai Artis Baru

Ada fakta menarik lain di balik pernyataan Zara. Ia sebenarnya sudah tidak memenuhi syarat untuk kategori 'Best New Artist' Grammy 2027.

1 2 3

Tags: