Produser Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, Zakir Rasyidin, menjelaskan alasan memilih kisah Marni untuk diangkat ke layar lebar.

Menurutnya, ceritanya memiliki keterkaitan dengan kearifan lokal masyarakat Jawa yang menyimpan kepercayaan mengenai cara mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

"Rambut Sewu merupakan sebuah kearifan lokal masyarakat di salah satu daerah di Jawa, yang konon katanya dipercaya sebagai jalan pintas untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Sehingga cerita tersebut akan menarik jika divisualisasikan dalam film karena mengandung cerita supranatural," jelas Zakir Rasyidin.

Selain menghadirkan atmosfer horor Jawa yang kuat, film ini juga membawa tema tentang rasa kehilangan, penyesalan, serta perjuangan untuk melepaskan diri dari belenggu kutukan.

| Baca Juga: Sinetron Lesti Kejora dan Rizky Billar, ‘Aku Mencintaimu Karena Allah’ Tayang di Turki

Angkat Mitos, Ritual Terlarang dan Rahasia Masa Lalu

Sebagai langkah awal mengenalkan film ini kepada publik, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih memperkenalkan first look yang membawa penonton menyelami kisah misteri berlatar salah satu daerah di Jawa.

Mengangkat mitos, ritual terlarang, serta rahasia masa lalu, film ini menghadirkan cerita tentang kutukan yang kembali muncul setelah lama terkubur.

Kisah berpusat pada Wulan (Wavi Zihan), seorang perempuan muda yang pindah ke sebuah rumah tua bersama ibunya, Ratih (Ruth Marini), setelah mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik.

Namun, rumah tersebut justru menjadi awal dari rangkaian kejadian misterius ketika Wulan menemukan jejak penghuni sebelumnya, termasuk foto sosok Sundari yang memiliki kemiripan wajah dengannya.

| Baca Juga: Peter Cullen, Pengisi Suara Optimus Prime Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun

Seiring waktu, Wulan mulai mengalami berbagai gangguan hingga berhadapan dengan kisah kelam Marni (Taskya Namya). Ia adalah perempuan yang mengalami penderitaan panjang dan terjerumus dalam ritual yang membawa tragedi besar.

1 2 3

Tags: