Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Superman Is Dead (SID) rela menempuh perjalanan darat, laut, dan udara selama 24 jam demi memenuhi jadwal penampilan di Pulau Nusa Lembongan.

Band punk rock asal Bali itu harus mengejar jadwal manggung setelah tampil di Sukabumi, di tengah penerbangan yang terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Cerita di balik perjuangan tersebut dibagikan vokalis SID, Bobby Kool, lewat Instagram pribadinya, @bobbybikul, pada Jumat (10/9/2026).

Dalam unggahannya, Bobby memperlihatkan bagaimana SID dan kru mengubah total rute perjalanan setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup.

| Baca Juga: Nasib Kekasih Sarwendah, Foto Giorgio Antonio Lenyap dari Poster Seri 'Bunga di Tepi Jurang'

"Dari konser di Sukabumi harus langsung mengejar jadwal konser berikutnya di Pulau Lembongan," tulis Bobby.

Bukannya membatalkan penampilan, mereka justru berburu tiket baru dan memindahkan perjalanan ke beberapa moda transportasi.

Rutenya pun tidak sederhana, mulai dari naik mobil menuju stasiun, dilanjutkan kereta dari Gambir ke Yogyakarta, perjalanan menuju Solo, kemudian pesawat dari Solo ke Bali, hingga boat menuju Nusa Lembongan.

Menariknya, semua perlengkapan yang dibawa SID juga harus ikut berpindah. Bobby menyebut proses tersebut sebagai bongkar muat bagasi dari mobil, kereta api, pesawat, hingga boat.

| Baca Juga: Juicy Luicy Buka Suara soal Batal Manggung di Batam, Bagasi Membengkak Jadi Rp64 Juta?

"Bukan perjalanan yang nyaman 24 jam lintas darat, udara dan laut agar show di Lembongan tetap berjalan," ungkapnya.

SID tiba di lokasi tepat waktu dan sukses tampil di Lembongan Surfing and Music Festival pada 7 September 2026.

1 2

Tags: