Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Kreator konten sekaligus aktor Andovi da Lopez kembali ke layar lebar. Pria yang mengawali kariernya sebagai youtuber kini dipercaya menjadi pemeran utama film Bapak Paling Jujur.

Dalam film arahan Fajar Nugros, ini, Andovi memerankan karakter sentral Jonas Prakoso. Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok calon gubernur.

Jonas Prakoso dikisahkan sosok lihai yang memahami formula memenangkan hati konstituen, mulai dari menyusun janji kampanye, merancang strategi politik matang, hingga mempertahankan citra publik yang sempurna.

Keterlibatan Andovi dalam proyek ini bukan sekadar pekerjaan seni biasa. Saudara kandung Jovial da Lopez ini menegaskan bahwa karakter Jonas Prakoso merupakan peran impian yang selaras dengan rekam jejak aktingnya selama satu dekade terakhir.

| Baca Juga: Andovi da Lopez Terjun Kampanye jadi Calon Gubernur dalam First Look 'Bapak Paling Jujur'

Sejak 2014, Andovi memang kerap dipercaya menghidupkan representasi tokoh-tokoh politik penting dalam berbagai medium pertunjukan.

"Jujur, ini peran impian saya. Mungkin bagi yang enggak tahu, di 2014 saya berperan sebagai Pak Jokowi di Epic Rap Battles of Presidency. Di 2019 saya juga berperan lagi sebagai Pak Jokowi di Epic Rap Battles of Presidency: Prabowo vs Jokowi," jelas Andovi saat ditemui awak media di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Peran Impian dan Takdir Politik Andovi da Lopez

Konsistensinya di ranah satir politik terus berlanjut bahkan ke panggung seni peran musikal. Di 2021 aktor 32 tahun ini berperan sebagai anggota DPR di musikal bertajuk DPR Musikal. Lalu di tahun 2024 ia berperan sebagai calon presiden di Polarisasi Musikal.

"Dan di 2026 ini saya berperan sebagai calon gubernur. Kayaknya memang takdir dan nasib saya untuk berperan sebagai calon eksekutif dan calon legislatif di negara ini. Jadi ini peran impian saya, jujur," tambahnya.

| Baca Juga: Tanggapan Santai Fedi Nuril soal Cemooh Film ‘Bapakmu Kiper’ Sepi Penonton

Terkait kemiripan dinamika karakter fiksi dengan atmosfer politik dunia nyata, Andovi menegaskan bahwa film ini tidak berniat memparodikan atau menirukan (impersonate) figur politisi tertentu secara spesifik.

Menurutnya, beban tersulit selama proses produksi justru berada pada aspek teknis dialog dan menjaga profesionalisme agar tidak tergelincir dalam tawa di hadapan lawan mainnya.

"Tantangannya, sekali lagi, kita tidak sengaja untuk meng-impersonate siapa pun secara spesifik. Tantangannya lebih menahan ketawa ya pas syuting. Apalagi ada Kang Soleh (Soleh Solihun) kan, luar biasa," kata Andovi.

Bukan Meniru Tokoh Tertentu Hingga Inspirasi Wapres

Jika nanti ada yang menyebut mirip dengan tokoh politik tertentu, ia menyerahkan sepenuhnya interpretasi karakter kepada sudut pandang para penonton di bioskop nantinya.

"Sekali lagi kita tidak meng-impersonate siapa pun, karena memang kita tidak meniru siapa pun. Itu tergantung persepsi kalian sebagai penonton terutama," tegasnya.

Kendati menolak anggapan adanya peniruan figur tertentu secara gamblang, Andovi tidak menampik bahwa ia mengamati figur pemimpin muda di Indonesia untuk mendalami peran.

Saat ditanya mengenai tokoh politik yang berada di urutan teratas benaknya, Andovi secara terbuka menyebut nama Gibran Rakabuming Raka sebagai inspirasi karakter.

"Gibran selalu ada di hati saya. Karena kan bagi saya, calon gubernur termuda di film, saya mengambil inspirasi dari seseorang yang juga sosok hebat yang paling muda, Gibran. Sosok muda ini menginspirasi saya," ungkap Andovi.

| Baca Juga: Ditemukan Sutradara di Film Pendek di Kereta Api, Putri Joe Taslim Debut di 'Desember Jani'

Adaptasi Film Korea Selatan dengan Sentuhan Konsultan Komedi

Film Bapak Paling Jujur diproduksi Cahaya Pictures dengan mengusung genre komedi politik segar. Bapak Paling Jujur merupakan adaptasi film Korea Selatan berjudul Honest Candidate.

Guna memastikan alur cerita relevan dengan konteks sosial dan politik Indonesia, penulisan skenario dipercayakan kepada penulis Rino Sarjono. David Nurbianto juga memegang menjadi konsultan komedi demi meramu materi lelucon yang tajam, presisi, dan menghibur.

Film ini juga dibintangi Claresta Taufan, Benidictus.Siregar, Soleh Solihun, Nayla Purnama, David Nurbianto, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki N. Firmansyah, Jeremy Teti, Elwina Ceritain, Mieke Shahir dan deretan pemain lainnya

Cerita film ini mengikuti kisah Jonas Prakoso (Andovi da Lopez) adalah calon gubernur yang tahu betul bagaimana memenangkan hati rakyat. Ia punya program, janji kampanye, strategi, dan tentu saja citra yang harus dijaga.

| Baca Juga: Jadi Perwakilan Indonesia di Oscar 2027, Kapan ‘Empat Musim Pertiwi’ Tayang di Bioskop?

Semuanya disiapkan agar terlihat meyakinkan di depan publik. Sampai sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas tidak bisa lagi berbohong.Tidak bisa mengelak. Tidak bisa memberi jawaban aman.

Tidak bisa mengatakan apa yang seharusnya dikatakan hanya demi menjaga citra. Apa yang ada di kepala, keluar begitu saja. Dan masalahnya, kejujuran tidak selalu enak didengar. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: