Ali Fikry Terpilih Jadi Duta Termuda Festival Jakarta Film Week 2026
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google"Waktu pertama kali ditawari aku langsung bilang iya ke Mama. Di tahun-tahun sebelumnya aku memang sudah suka banget dan mengikuti program-program mereka. Pas banget kesempatannya, aku ingin mengajak anak-anak muda merasakan apa yang aku rasakan dulu saat datang sebagai penonton," jelas Ali.
Terkait perannya sebagai representasi generasi muda di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Ali mengakui sempat dilanda rasa cemas. Namun, rasa gugup tersebut berhasil diatasi setelah ia berkonsultasi dengan para duta festival dari edisi sebelumnya, seperti Kristo Immanuel dan Lutesha.
"Kemarin sempat ngobrol sama Kak Kristo dan Kak Lutesha. Mereka bilang, 'Bawa seru saja, just be yourself.' Jadi akhirnya sekarang aku sudah tidak terlalu nervous lagi," ujar Ali.
| Baca Juga: Kucing 'Siti' Jadi Bintang Film Meong!, Bawa ITB Raih Penghargaan Festival Internasional
Antusiasme Menonton dan Mengincar Karya Sineas
Selama berlangsungnya JFW 2026, Ali dijadwalkan hadir menyapa publik di sejumlah titik pemutaran, dengan fokus utama di CGV Grand Indonesia.
Mengusung tema "Encounters", Ali menilai daya tarik utama festival film terletak pada keberagaman karya serta ruang diskusi pascapemutaran yang mempertemukan penonton dengan para pembuat film (filmmakers).
Untuk edisi tahun ini, Ali menargetkan sejumlah judul film yang ingin ia tonton, antara lain Laut Bercerita, A Girl, Empat Musim Pertiwi, serta deretan kompilasi film pendek.
"Serunya nonton di festival itu ada sesi diskusinya, baik dengan filmmaker atau penonton lain. Kita bisa bertukar perspektif, jadi pulang tidak cuma selesai nonton, tapi membawa cara pandang baru," tuturnya.
| Baca Juga: Film 'Empat Musim Pertiwi' Karya Kamila Andini, Akan Premiere di Toronto International Film Festival 2026
Rencana Jangka Panjang dan Inspirasi dari Reza Rahadian
Telah membintangi sekitar 20 judul film di usia muda, Ali menegaskan tidak memiliki target angka tertentu dalam menerima tawaran peran. Ia lebih memprioritaskan kekuatan cerita dan eksplorasi karakter.







