Miris, Guru di Flores Mengajar di Tenda Terpal Akibat Sekolah Rusak Terdampak Gempa
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Seorang guru wanita bernama Ocik Mirna membagikan kondisi anak-anak di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang harus belajar di tenda berlapis terpal. Sekolah mereka rusak terdampak gempa yang mengguncang pada Agustus lalu.
Informasi tersebut dibagikan Ocik melalui akun Threads pribadinya, @ocikmirna. Ia aktif mengunggah potret suasana belajar mengajar di tenda.
Menilik dari foto-foto yang dibagikan, tenda tempat para siswa belajar jauh dari kata layak. Rangkanya terbuat dari bambu dan hanya dilapisi terpal. Beberapa terpal bahkan berlubang hingga membuat air dari luar menetes ke area belajar.
"Semangat belajar di bawah tenda terpal yang pas angin, titik-titik airnya jatuh ke meja siswa," ungkap Ocik dalam unggahan Threads-nya, Kamis (24/9/2026).
| Baca Juga: 14 Korban Tewas Akibat Gempa NTT, BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami

Meski demikian, para siswa tetap terlihat semangat belajar. Ocik pernah membagikan unggahan yang memperlihatkan para siswanya mengerjakan tugas bersama sepulang sekolah.
Menurut ceria Ocik, gempa susulan masih terus terjadi. Itu juga yang menjadi salah satu kekhawatirannya selama mengajar. Bahkan, ada salah seorang siswa yang terluka akibat gempa.
"Ini yang paling ditakutkan, gempa saat pembelajaran berlangsung. (Pukul) 9.44 bumi bergetar lagi dengan kekuatan (magnitudo) 5,3. Tuhan tetap jaga kami selalu," tulisnya dalam unggahan yang dibagikan Senin (21/9/2026).

| Baca Juga: Artis Ikut Buka Suara, Kecam Aksi Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja di Tangerang
Saking seringnya gempa susulan datang, anak-anak menjadi terbiasa. Mereka tidak lagi panik, melainkan hanya bertanya pada satu sama lain apakah merasakan guncangan yang sama.
"Tidak lagi berkata 'gempa', tetapi berubah dengan kata 'kamu rasa kah? Iya bu, bumi bergoyang-goyang terus," kisah Ocik dalam unggahannya, Jumat (25/9/2026).

Unggahan Ocik Mirna memantik rasa prihatin netizen. Sebagian dari mereka mengaku miris melihat anak-anak harus belajar di bawah tenda dan mempertanyakan bantuan dari pemerintah.
Ada juga yang memuji semangat mereka dan sang guru untuk terus belajar dan mengajar meski dengan fasilitas yang sangat terbatas.
| Baca Juga: Jasad Surakman, ABK Kapal yang Membawa 5 Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano
"Ibu, terima kasih tetap bersemangat membersamai anak-anak dan mengabari tentang kondisi di sana. Doa kami, semoga segera ada jalan keluar dan anak-anak juga guru-guru bisa kembali belajar mengajar dengan normal," komentar seorang netizen.
"Nggak kebayang panasnya di sana, miris banget. Pemerintah pada ke mana sih ini," komentar netizen lain.
Gempa Guncang NTT
Gempa sekuat magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut.
Pulau Flores menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak gempa. Setidaknya puluhan ribu rumah, fasilitas umum, tempat ibadah, serta infrastruktur hancur akibat guncangan dahsyat. (*)







