Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Kesalahan seperti itu membuat beberapa adegan harus diulang. Fergie pun harus lebih berhati-hati agar kebiasaan berbicara sehari-hari tidak masuk ke dalam dialog Salwa.

“Bahasa itu susah, karena kadang suka keceplosan kata-kata zaman sekarang,” ujarnya.

| Baca Juga: Roman King Debut Main Film di '5 cm: Revolusi Hati', Ngaku Nervous Gantikan Herjunot Ali

Kostum juga dibuat mengikuti latar Aceh pada masa lampau. Para perempuan menggunakan celana, atasan longgar, kain dan penutup kepala. Fergie memahami bahwa terdapat perbedaan antara pakaian pada masa cerita film dengan pakaian Aceh pada era Cut Nyak Dien karena jarak waktunya mencapai ratusan tahun.

“Karena ini kan 300 tahun sebelum Cut Nyak Dien, jadi pasti ada bedanya. Tapi benang merahnya tetap pakai celana,” kata Fergie.

Film Pasukan 1000 Janda sendiri terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan Inong Balee. Namun, cerita yang ditampilkan tidak sepenuhnya mengikuti catatan sejarah.

Fergie tertarik menerima proyek tersebut karena mendapat kesempatan keluar dari pola film yang selama beberapa tahun terakhir lebih banyak dijalaninya.

“Selama kurang lebih tiga tahun aku kebanyakan horor,” ujar Fergie.

Menurutnya, Pasukan 1000 Janda menawarkan kombinasi sejarah, drama, komedi dan perjuangan. Ia juga melihat cerita tentang para perempuan yang berani menghadapi keadaan tersebut sebagai pengalaman yang berbeda.

Ia semakin yakin setelah melihat jajaran pemain yang terlibat. Kehadiran Cut Mini, Ully Triani dan Atiqah Hasiholan sebagai pemeran Laksamana Malahayati membuatnya langsung tertarik mengikuti proyek tersebut.

“Oke, let’s go, ayo,” katanya menggambarkan respons ketika menerima tawaran film.

| Baca Juga: Tayang Ulang, ‘Avengers: Endgame’ Geser Posisi ‘Agak Laen 2’ Sebagai Film Paling Laris

1 2 3

Tags: