Bene Dion Bawa Musik Batak ke Layar Lebar Lewat Film 'Pulang Kampung'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Bene Dion punya cara sendiri untuk membawa cerita Batak ke layar lebar. Melalui film Pulang Kampung, ia memadukan cerita, budaya, dan musik dalam sebuah film musikal yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.
Bagi pemilik nama lengkap Bene Dion Rajagukguk ini, penggunaan musik dalam film ini berkaitan erat dengan cara masyarakat Batak mengekspresikan perasaan.
Lagu menjadi bagian penting dalam cerita karena dapat menyampaikan hal-hal yang terkadang sulit diutarakan secara langsung.
“Musik dan lagu punya ruang tersendiri dalam budaya Batak. Banyak yang kesulitan berbicara secara langsung, tetapi ekspresif melalui lagu. Lewat musik dan lagu, para karakter di film Pulang Kampung dapat menyampaikan perasaan yang mungkin sulit mereka ungkapkan. Saya ingin penonton ikut merasakan emosi itu,” ujar penulis sekaligus sutradara Pulang Kampung, Bene Dion.
| Baca Juga: Film Warga Rusun 609, Ketika Ranty Maria Gentayangan Tunggu Janji dari Morgan Oey
Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan Bene ke dalam film yang mengambil latar budaya dan alam Tanah Batak. Teaser poster yang baru dirilis Imajinari memperlihatkan Danau Toba sebagai salah satu elemen visual utama, lengkap dengan ornamen khas Batak.
Di dalam poster tersebut, dua pemeran utama, Vanessa Simorangkir sebagai Uli dan Axelo Nababan sebagai Daniel, terlihat duduk berhadapan. Keduanya akan menjadi bagian penting dari cerita musikal yang dibangun Bene.
Pulang Kampung juga menjadi debut akting layar lebar bagi Vanessa dan Axelo. Keduanya sebelumnya dikenal melalui Indonesian Idol musim ke-13. Selain mereka, film ini turut melibatkan Judika dan Lea Simanjuntak.
Untuk kebutuhan musik, Bene bekerja bersama Viky Sianipar yang mengaransemen ulang sejumlah lagu tradisional Batak. Aransemen tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan warna baru tanpa melepaskan unsur musik yang berkaitan dengan budaya Batak.
Film ini diproduksi Imajinari dan berada di bawah arahan produser Ernest Prakasa serta Dipa Andika. Ernest mengatakan Imajinari sejak awal tertarik dengan gagasan Bene untuk membuat film musikal yang berangkat dari budaya Batak.
“Sejak awal, kami tertarik pada gagasan Bene untuk membuat film musikal Batak. Lewat teaser poster dan pengumuman tanggal tayang ini, kami ingin sedikit memberikan preview ke dunia musik, budaya, dan keindahan alam Tanah Batak yang akan menjadi nyawa film ini,” ujar Ernest Prakasa. (*)







