Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Pernikahan karyawan Ivan Gunawan, Wirangga alias Rangga dan Nunu Elhasbu, memicu kontroversi karena souvenir anak ayam hidup yang dibagikan kepada para tamu.

Desainer kondang yang aktif disapa Igun itu diketahui turut menyumbang dana dan menjadi saksi akad nikah keduanya. Momen tersebut ia bagikan ke Instagram pribadinya, Sabtu (26/9/2026).

"Hari ini aku dipercaya menjadi wali dalam sebuah ikatan suci. Bukan sekadar menjadi bagian dari sebuah pernikahan, tetapi menjadi saksi ketika dua hati menyerahkan perjalanan hidupnya kepada Allah," tulisnya dalam unggahannya.

Pernikahan Rangga dan Nunu menjadi kontroversi setelah seorang pengguna Threads membagikan video driver ojek online (ojol) menyelamatkan anak ayam yang ditinggalkan di pinggir jalan.

| Baca Juga: Berkat Ivan Gunawan, Shandy Purnamasari dan Maharani Kemala Bertemu Kembali Usai Pecah Kongsi

Anak ayam tersebut dibungkus di dalam kotak mika dengan tali pegangan di atasnya. Kotaknya cukup kecil sehingga membuat mereka tampak tidak bisa bergerak leluasa.

Setelah ditelusuri oleh sejumlah netizen, anak ayam itu ternyata adalah souvenir pernikahan Rangga dan Nunu. Entah siapa tamu yang membuangnya begitu saja.

Netizen lantas beramai-ramai melayangkan kritik, menyebut apa yang dilakukan oleh kedua mempelai adalah animal abuse atau penganiayaan hewan.

"Ini abuse loh. Nggak semua orang bisa ngerawat hewan, mana ditempatin kecil gitu. Mending kasih tanaman aja kalau mau yang 'hidup,'" komentar seorang netizen.

| Baca Juga: Viral Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Bak Apartemen, Begini Potretnya!

"Sama sekali nggak lucu. Kalian memulai hidup baru tapi dengan mengorbankan kehidupan lainnya itu jahat banget," komentar netizen lain.

Rangga dan Nunu Minta Maaf

Menanggapi kontroversi souvenir pernikahan mereka, Rangga dan Nunu akhirnya menyampaikan permintaan maaf yang dibagikan melalui media sosial, Sabtu (26/9/2026).

Dalam pernyataannya, keduanya mengaku niat awalnya baik. Mereka ingin memberikan kesempatan hidup lebih baik kepada anak-anak ayam yang biasanya dicat dan diperjualbelikan.

Permintaan maaf Rangga dan Nunu. Foto: Dok. Threads @__yangmulia__

"Ide ini berawal ketika kami mengetahui adanya anak-anak ayam yang dijual dan kemudian diberi warna/cat untuk menarik perhatian pembeli," jelas mereka.

| Baca Juga: Jasad Surakman, ABK Kapal yang Membawa 5 Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano

"Kami memilih mengambil sebagian dari mereka sebelum proses tersebut, dengan harapan mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk dirawat dengan lebih baik," lanjut keduanya.

Namun, setelah melihat apa yang terjadi kepada anak-anak ayam tersebut, Rangga dan Nunu menyadari bahwa niat baik saja tidak cukup. Keduanya tidak mengantisipasi adanya kemungkinan anak ayam dibuang.

Karenanya, sebagai bentuk tanggung jawab, mereka akan menghubungi kembali para penerima dan memastikan kondisi setiap anak ayam. Jika ada yang tidak berkenan untuk merawatnya, maka dapat dikembalikan.

"Kami siap mengambilnya kembali dan memastikan mereka mendapatkan perawatan yang semestinya," tegas Rangga dan Nunu.

Meski telah meminta maaf, reaksi publik masih negatif terhadap keduanya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: