Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

"Kalau dari aku sendiri, more or less sama sih. Tapi mungkin menambahkan, kalau misalnya kita dulu selalu memfokuskan waktu untuk sesuatu yang tangible, sekarang kita suka memfokuskan waktu yang intangible. Karena yang intangible itu lebih meaningful buat kita," jelas Indra.

Terapkan Tiga Jenis Pembagian Waktu

Nikita juga membagikan pelajaran yang ia dapat dari seorang psikolog keluarga tentang pentingnya membagi waktu dalam keluarga. Menurutnya, keluarga membutuhkan tiga jenis waktu, yakni waktu bersama keluarga (family time), waktu bersama pasangan (couple time), dan waktu untuk diri sendiri (me-time).

"Setiap keluarga itu penting banget untuk punya me-time, family time, dan couple time. Jadi family time itu penting banget untuk kita as a family, kayak contohnya traveling kita sering traveling bersama," kata Nikita.

| Baca Juga: Ochi Rosdiana Cerita Keputusan Berhijab dan Tanggung Jawab Sebagai Ibu

Nikita menegaskan, keberadaan couple time tetap krusial agar hubungan pernikahan tetap terjaga, meski frekuensinya tidak terlalu sering.

"Setelah itu kita suka meluangkan waktu untuk berdua, untuk couple time. Dan setelah couple time, juga jangan lupa waktu untuk diri sendiri sebagai me-time," terang pemilik nama lengkap Nikita Purnama Willy ini.

"Walaupun couple time-nya nggak sering ya, kayak paling 6 bulan sekali atau setahun sekali—itu sudah penting banget. Tapi kita tidak merasa guilty gitu, karena kita as a couple we need that, dan as an individual kita juga membutuhkan me-time," tambah Nikita lagi.

Pandangan Psikolog

Psikolog Saskhya Aulia Prima yang turut hadir dalam kesempatan tersebut memvalidasi langkah yang diterapkan oleh Nikita dan Indra. Menurut Saskhya pembagian waktu (layering time) memiliki fungsi penting untuk membedah dinamika emosi personal maupun pasangan.

| Baca Juga: Pernah Kena Stroke, Iwet Ramadhan Ingatkan Bugar Belum Tentu Sehat

"Me-time membantu kita menyadari trigger dan value diri sendiri. Couple time membuat kita lebih paham pasangan saat marah, butuh bantuan, atau sedang tidak baik-baik saja. Family time juga membuat hubungan keluarga semakin kuat,” jelas Saskhya.

1 2 3

Tags: