Kucing Suka Pup di Lantai dan Kasur? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Menemukan kotoran atau pup kucing di lantai, karpet, bahkan kasur memang bikin pemilik anabul bingung. Padahal, kebiasaan buang air besar di luar litter box bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak nyaman bagi kucing.
Dilansir dari PetMD, penyebabnya dapat berkaitan dengan kondisi medis, lingkungan, maupun perilaku.
Jadi, kalau kucing yang biasanya tertib mendadak memilih sudut rumah sebagai toilet, jangan langsung menganggap ia sedang mencari perhatian.
| Baca Juga: Pelihara 24 Ekor, Begini Cara Tiara Andini Merawat Kucing Kampung dan Ras
Kenapa Kucing Pup Sembarangan?
Ada beberapa penyebab yang perlu diperhatikan:
1. Ada masalah kesehatan
Sembelit, diare, gangguan pencernaan, hingga radang usus dapat membuat buang air besar terasa sakit atau mendesak sehingga kucing tidak sempat berjalan ke litter box.
Kucing yang mengalami radang sendi juga bisa kesulitan masuk ke kotak dengan sisi tinggi atau merasa tidak nyaman saat jongkok.
Karena itu, perubahan mendadak pada kebiasaan pup perlu dicermati. Perhatikan juga apakah kotorannya lebih keras, lebih cair, frekuensinya berubah, atau terdapat darah dan lendir.
2. Litter box-nya tidak cocok
Kucing punya selera sendiri soal toilet. Litter yang terlalu wangi, teksturnya tidak disukai, kotaknya terlalu kecil, terlalu tinggi, tertutup, atau ditempatkan di lokasi ramai bisa membuatnya memilih tempat lain.
| Baca Juga: 5 Alasan Kucing Suka Dielus, Jangan Asal Sentuh Bagian Tubuh Ini!
Area dekat mesin cuci yang berisik juga belum tentu nyaman bagi mereka. Kebersihan menjadi bagian penting. Litter box sebaiknya dibersihkan setidaknya sekali sehari.
Untuk beberapa rumah dengan banyak kucing, aturan sederhananya adalah menyediakan jumlah litter box sebanyak jumlah kucing ditambah satu.
3. Kucing sedang stres
Perubahan rumah, kedatangan hewan baru, rutinitas yang berubah, suara berisik, atau konflik dengan kucing lain dapat membuat anabul merasa tidak aman.
Dalam kondisi seperti ini, lantai, karpet, atau kasur bisa terasa lebih nyaman atau aman dibanding litter box.
| Baca Juga: Minim Interaksi Sosial, Ini 4 Hewan Peliharaan Paling Cocok untuk Kaum Introvert
Lalu Harus Bagaimana?
Pertama, jangan menghukum kucing. Hukuman justru dapat meningkatkan stres dan tidak menyelesaikan penyebabnya.
Bersihkan area yang pernah dipakai dengan pembersih enzimatik agar baunya benar-benar hilang dan kucing tidak terdorong mengulanginya.
Setelah itu, cek kembali jenis litter, ukuran dan bentuk kotak, lokasi, serta jumlah litter box di rumah.
Kalau masalah terus berulang, langkah yang perlu didahulukan adalah membawa kucing ke dokter hewan.
Terlebih bila ada diare, sembelit, mengejan saat pup, perubahan nafsu makan, darah atau lendir pada kotoran, maupun perubahan perilaku. (*)







