Kawai Labiba Jalani 7 Makeup Berbeda, Dari Sosok Sehat Hingga jadi Hantu Gentayangan
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google"Itu di awal saat tes makeup doang lamanya 1,5 jam. Terus, ketika sudah mulai terbiasa, paling cepat sekitar 40 menit di-makeup-nya. Ada yang pakai lateks, ada yang dihijaukan," tambah Kawai.
Terhalang Lensa Kontak dan Lakukan Adegan Ekstrim
Tantangan fisik terberat dirasakan Kawai saat mengenakan lensa kontak khusus berukuran penuh (sclera lens) yang menutup seluruh permukaan matanya hingga ia tidak bisa melihat sama sekali.
"Aku cuma bisa mendengar suara doang. Jadi arahan atau hint saat syuting sering kali cuma dari suara: 'Kamu kurang ke kanan sedikit, nanti maju tiga langkah, bla bla bla.' Dan itu yang bikin susah, ketika membagi fokus kepala antara teknikal serta drama dan emosi yang harus tetap ada," jelasnya.
| Baca Juga: Cerita Venly Arauna Dapatkan Peran Daniel di Sekuel Film Kuasa Gelap
Pemakaian kontak lensa memiliki risiko tinggi terhadap indra penglihatannya, sehingga membutuhkan perhatian medis ekstra di lokasi.
"Cuma untungnya dari tim makeup dan tim produksi sangat tanggap. Kalau mataku mulai kena asap, langsung dilepas dan dikasih tetes mata dulu. Berapa lama pakainya tergantung durasi syuting scene-nya," tutur Kawai.
Kondisi hampir 'buta' itu tetap ia jalani sembari melakoni adegan aksi yang membahayakan menggunakan tali penahan (sling) tanpa bantuan pemeran pengganti penuh. Pemeran pengganti disediakan untuk scene-scene yang jauh saja atau yang kebutuhan shot-nya cuma dari belakang.
"Sementara untuk scene Putri yang harus kelihatan mukanya, serta kebanyakan adegan sling, tetap aku sendiri yang melakukan karena butuh ekspresi wajahku," tegasnya.
Adegan Bersimbah Darah dan Pendampingan Sang Ayah
Potongan cuplikan adegan Kawai yang duduk bersimbah darah di bagian perut turut menjadi sorotan publik. Kawai menceritakan proses panjang di balik adegan itu.
"Rasanya lebih ke dingin, ya. Karena efek darah buatan (practical effects) itu ada beberapa jenis: darah encer, darah kering, dan darah berbentuk gel. Di adegan itu semuanya dipakai. Aku harus bertahan (stay) di posisi itu dalam waktu yang cukup lama dan saat itu sudah malam, jadi lumayan dingin," beber Kawai.







